Disclaimer: kisah ini fiktif belaka, kesamaan nama, tempat, dan kejadian hanya imajinasi anda saja π
Disclaimer 2: sebagian besar dialog adalah dialog suroboyoan yang sudah diterjemahkan secara serampangan π
“Selamat malam, ada tambahan apa lagi?”, suara ramah kasir itu memecah lamunanku. Orang di depanku yang belanja segudang rupanya sudah selesai. Kuserahkan kue kering gandum favoritku, membayar, dan beranjak pulang, tidak sebanding dengan antri yang begitu lama. “Terima kasih, datang kembali”, ujar kasir bernama Rina itu. Meskipun itu playback standar, karena diucapkan dengan senyum yang (semoga) tulus, tetap terdengar renyah di telinga. Naik ke jok motor, nyalakan mesin, dan pritttttt, tiba-tiba ada jukir yang datang mendekat. Dengan gondok aku bayar juga itu parkir, waktu datang tadi ke mana aja ini orang, giliran pergi enak aja prat prit prat prit.
Continue reading


