Lebih Enak Menulis Daripada Mengetik

image

Buku Notes

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ada tugas yang memaksa saya menulis dengan tangan. Terakhir kali saya menulis sesuatu yang panjang dengan tangan mungkin sudah lebih dari 5 tahun yang lalu. Selama ini tugas tugas saya selalu berujung pada keyboard, monitor, dan printer. Akhirnya saya bongkar penyimpanan lama dan menemukan buku catatan terakhir yang pernah saya pakai. Pelit? Saya mungkin Kebanyakan baca Gober :D. Tidak disangka, menulis dengan tangan terasa begitu menyenangkan dan jauh lebih bermanfaat.

Entah cuma perasaan saja, tapi sensasinya begitu berbeda kalau membaca tulisan tangan sendiri dibandingkan membaca hasil ketikan sendiri, apalagi kalau mengetiknya menggunakan layar sentuh. Ketika saya membaca catatan saya, meskipun sudah bertahun-tahun yang lalu, saya masih bisa mengingat dan memahami apa yang sedang saya catat dan maksud saya mencatatnya. Bahkan seringkali saya masih dapat memvisualisasikan dengan jelas situasi saat saya menulis tulisan tersebut.

Beda halnya dengan hasil mengetik di komputer, setelah 1 bulan lebih saya sering butuh waktu untuk kembali mengingat dan memahami apa yang telah saya ketik :p. Menggunakan layar sentuh beda lagi, bagi saya sebisa mungkin jangan menyimpan sesuatu yang perlu diingat dalam waktu lama dalam perangkat berlayar sentuh alias smartphone/tablet kecuali foto/video. Sudah berkali-kali saya dibuat bingung oleh catatan saya sendiri di telepon pintar kesayangan :D.

Sampai sekarang saya masih tidak tahu kenapa menulis dengan tangan bisa membawa akibat yang berbeda dibanding dengan keyboard atau layar sentuh. Ada yang bilang katanya kalau menulis dengan tangan membutuhkan proses yang lebih kompleks daripada mengetik. Menurut saya, mengetik juga sebetulnya tidak asal-asalan dan perlu proses berpikir meskipun memang lebih mudah daripada menulis, kecuali kalau sekedar membagikan kabar hoax dan kampanye kebencian mungkin proses berpikirnya bisa dilewati. Ada juga yang bilang menulis dengan tangan bagus untuk otak.

Saya sih biasa saja, gak percaya-percaya banget, juga tidak tidak percaya tidak percaya banget. Tapi yang jelas, yang sudah saya buktikan dengan diri saya sendiri, jauh lebih mudah memahami sesuatu yang saya tulis dengan tangan, baru kemudian keyboard, dan terakhir layar sentuh. Kalaupun ini tidak berlaku umum, tetap tidak ada salahnya sekali sekali menulis dengan tangan, supaya pergelangan tangan tidak kaku πŸ˜€

N.B satu alasan lagi kenapa menulis dengan tangan lebih menyenangkan, karena bagi saya menulis dengan tangan memiliki resiko salah ketik/tulis lebih kecil daripada dengan keyboard apalagi layar sentuh πŸ˜€

N.B versi 1.2. Tulisan tangan juga bisa menggambarkan suasana hati dan intonasi, jauh lebih realistis daribada sekedar bold, italic, atau bahkan Caps Lock :p

Advertisements
This entry was posted in Celoteh and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s