
Zamannya sudah beda, perjuangannya juga beda
Masih di acara yang sama bertajuk “Pahlawan Bertutur” sebelumnya, closing remarks di atas disampaikan (meski mungkin tidak verbatim) oleh Alfita Asmoro, cucu pahlawan nasional RM Suryopranoto. Garis bawahnya adalah kepahlawanan bukanlah pada bentuk tindakannya, tapi nilai-nilai yang dibawa dan dijaga. Meneruskan nilai-nilai dan semangat kepahlawanan dengan komitmen yang kuat, membela kepentingan yang tidak egois, dan moralitas yang baik tidak harus diwujudkan dalam sebuah perbuatan yang berujung pemberontakan bersenjata. Di masa ini, untuk menjadi pahlawan, tidak harus melakukan perbuatan sebesar itu dan membawa dampak seluas itu. Akan berbeda tentunya kalau pengakuan itu ingin didapat dari entitas sebesar negara, maka akan wajar perbuatan dan dampak yang dirasakan juga harus besar, atau kalau dalam bahasa kekinian skalanya epic.
Continue reading







