Selamat Tinggal Donal Bebek, Sang Komik Pendidik

Cover Album Donal Bebek No 2018, terbitan sebelum terakhir (2019)

Endings are hard. Any chapped-a** monkey with a keyboard can poop out a beginning, but endings are impossible. You try to tie up every loose end, but you never can.

-Chuck Shurley, Supernatural-

Tak kenal maka tak sayang, itu juga yang berlaku bagi Album Donal Bebek (ADB) ini. Bagi sebagian orang mungkin majalah ini hanya sebuah cerita anak-anak, bahkan mungkin dianggap sama seperti Spongebob atau Happy Tree Friend. Mendengar kabar berhenti terbitnya Album ini menyisakan rasa sedih bagi banyak penggemarnya, termasuk Saya. Donal Bebek bukan hanya sebuah komik cerita anak-anak, bukan hanya sebuah hiburan konyol untuk sekedar tertawa tanpa makna. Donal Bebek dan keluarganya sanggup bertahan tanpa main plot selama 44 tahun (dan sepertinya juga tidak akan diakhiri dengan konklusi), sebuah prestasi yang akan sulit (bukan berarti tidak bisa) disaingi. Prestasi ini sadar tidak sadar, diakui tidak diakui, telah menorehkan warna dan hikmah dalam sanubari para penggemarnya.

Lanjut

Posted in Celoteh, Cerita | Tagged , , , | Leave a comment

Dudulator : Alternatif Sentuhan Saat Pandemi

Hidup di tengah protokol kesehatan yang ketat memang merepotkan. Sama halnya dengan di dunia IT, Security Equal Obscurity, mau aman ya harus rela repot. Salah satu kerepotan itu adalah kewajiban membersihkan tangan setelah menyentuh benda-benda yang berada di tempat umum atau tidak bisa dipastikan kebersihannya. Membersihkan tangan bisa dengan dua cara, mencuci dengan air mengalir dan sabun atau membasuh tangan dengan hand sanitizer. Banyak tempat yang telah menerapkan protokol kesehatan mewajibkan karyawan maupun tamu untuk membersihkan tangan terlebih dahulu sebelum masuk. Apabila wastafel yang disediakan menggunakan keran yang tidak otomatis, makan proses cuci tangan akan dilakukan dua kali, menyabuni keran baru kemudian tangan. Solusi untuk masalah ini yang pertama tentunya menyediakan wastafel otomatis (dengan sensor atau dioperasikan dengan kaki), atau bisa juga menggunakan sebuah dudulator, alternatif solusi yang jauh lebih murah (tapi lebih sedikit repot tentunya).

Lanjutkan

Posted in Celoteh, sehari-hari | Tagged , , | Leave a comment

Fiber Optik: Sebuah Pengantar

Ilustrasi Kabel Fiber Optic

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang dengan sangat pesat. Sejak ditemukannya ethernet hampir 50 tahun yang lalu, kini jaringan komputer sudah menjadi bagian utama dari pemanfaatan TIK. 2 Aliran besar untuk koneksi jaringan menggunakan kabel saat ini masih terpecah menjadi kubu ethernet over copper (Kabel Tembaga) dan Fiber Optik (FO), tentunya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keduanya sama-sama dapat menjangkau jarak yang jauh, menjawab kebutuhan untuk koneksi menggunakan kabel twisted pair yang hanya terbatas dalam hitungan ratusan meter. Dari segi kemudahan instalasi, kabel tembaga tentunya unggul karena relatif lebih mudah handling-nya dibanding kabel FO. Meskipun lebih sulit instalasinya, kabel FO unggul dalam kelebaran data berbanding dimensi fisiknya (bisa sampai 100 Gbps tergantung perangkat pendukung yang digunakan) sehingga tidak sedikit jasa koneksi internet maupun jaringan lokal yang menggunakan teknologi ini.

Lanjutkan

Posted in Komputer, TIK/IT | Tagged , , , , | Leave a comment

Restore Database MySQL Ukuran Besar

Disclaimer, ini posting dari, oleh dan untuk nubi, jadi mohon jangan dikomentari “baru tahu ta?” Atau sejenisnya. 😀

Mutasi, migrasi, atau perpindahan seringkali merepotkan. Salah satu proses migrasi yang cukup merepotkan adalah migrasi database MySQL. Kan tinggal gunakan fasilitas import dan export di phpMyAdmin? Memang bisa kalau ukuran file backup-nya kecil dan tidak sampai 2 MB. Bagaimana kalau lebih besar, misalnya 600 MB? Perkara kenapa ukurannya bisa begitu besar tidak perlu dibahas, nyatanya file yang tersedia untuk dimigrasi hanya itu. Lalu bagaimana solusinya? Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk melakukan migrasi ini:

  1. Memecah file backup menjadi ukuran kecil apabila database lama masih bisa diakses
  2. Mengubah batas unggah (upload_max_size) di php.ini
  3. Menggunakan fasilitas untuk me-restore dari console MySQL

Setiap opsi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kali ini yang ingin dibahas adalah pilihan ke-tiga.

Lanjut

Posted in Komputer, TIK/IT | Tagged , , | Leave a comment

IT (TIK) Bukan Solusi Segala Masalah

Image by Gerd Altmann from Pixabay

Uber, Airbnb, Amazon, dan sederetan lagi nama yang pernah atau masih besar di sekitar kita. Nama-nama itu adalah contoh dari usaha yang sukses melakukan perubahan dari pola bisnis yang telah ada mengikuti cara mereka. Kalau ditanya tentang apa yang membuat mereka sukses, sebagian orang mungkin akan menjawab “aplikasinya” sebagai faktor penentu. Kalau saja jawaban itu benar, maka mengapa kemudian tidak banyak pihak lain yang membuat aplikasi serupa atau mirip-mirip kesuksesannya juga mirip-mirip? Ini menunjukkan bahwa aplikasi, yang dalam hal ini adalah salah satu bagian dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), bukanlah solusi dari segala masalah.

Lanjutkan

Posted in Komputer, TIK/IT | Tagged , ,

Kredibilitas Berjualan Makanan Memang Penting, Kini Semakin Penting

Ilustrasi menyiapkan makanan

Usaha makanan, dalam berbagai ragam dan bentuknya merupakan salah satu yang terkena dampak langsung pandemi Covid 19 ini.  Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran menyebut kisaran 6.800 restoran telah tutup. Data tersebut masih belum ditambah dengan warung-warung dan usaha makanan non restoran lain yang bernasib serupa. Namun masih ada silver lining, nasib usaha makanan masih diberi kesempatan bertransformasi. Bandingkan dengan bisnis yang jelas-jelas menjual jasa kontak fisik, sampai sekarang masih belum ada kejelasan mau ditransformasikan seperti apa. Transformasi usaha makanan ini tentunya bukan tanpa tantangan, dan salah satu tantangan terberat untuk diterabas adalah membangun kredibilitas. Sejak dulu kredibilitas memang penting, tapi mungkin belum menjadi sepenting sekarang. Dulu orang mungkin masih oke-oke saja makan mie rebus tanpa kuah (yang disebut mie goreng) yang direbus beserta bungkusnya. Sayur pecel yang dijumput dengan tangan telanjang yang juga digunakan untuk memegang uang juga masih bisa dimaklumi. Tapi sekarang semua itu akan menjadi masalah, karena itu penting sekali memperhatikan sejumlah hal yang bisa membangun kredibilitas kita sebagai penjual. Ini juga penting untuk mengimbangi derasnya himbauan agar jangan beli makanan di luar karena takut tertular penyakit.

Continue reading

Posted in Celoteh, sehari-hari | Tagged , , | Leave a comment

Pendidikan Se(te)la(h) Pandemi

Pandemi Covid19 atau lebih beken disebut Corona ini membuat situasi begitu kacau. Semua sektor porak poranda diterjangnya. Yang awalnya bagus menjadi hancur, yang sejak awal sudah kacau namun tertutupi situasi terlihat kenyataannya. Yang paling terasa dan selalu menjadi trending topic tentunya adalah masalah kesehatan dan ekonomi. Tanpa pandang judul, forum sepakbola, grup alumni sekolah, grup memasak, grup keluarga, rasanya nyaris tiada hari tanpa bahas Corona dan akibatnya pada kondisi ekonomi dan angka-angka kesehatan. Di sela-sela itu semua, ada satu hal lagi, yang meski tidak sederas dua topik pertama, juga menjadi pokok pikiran dan penyebab gundah gulana banyak orang. Hal itu adalah tentang pendidikan. Ketika waktu terus bergerak mendekati tahun ajaran baru, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono sebagaimana dimuat di portal berita Kompas tanggal 7 Mei 2020 menyampaikan wacana bahwa sekolah akan direncanakan untuk kembali dibuka pada 15 Juni 2020. Diskursus ini kemudian menjadi sebuah topik yang cukup hangat dibicarakan di kalangan orangtua. Bagaimanakah pendidikan anak-anak nantinya di se(te)la(h) pandemi ini?.

Continue reading

Posted in Celoteh, sehari-hari | Tagged , , | 1 Comment

Jangan Asal Broadcast

Kabar gembira! kini kita dapat dengan mudah menggunakan air sebagai bahan bakar. Gobel Arizal, peneliti dari desa Sukacoba berhasil menemukan cara menggunakan air sebagai bahan bakar. Dengan memanfaatkan sifat Basa pada 300 ml air, dia hanya perlu meneteskan sedikit perasan asam agar terjadi kondensi yang menghasilkan elektron yang setara dengan 1 liter bahan bakar minyak. Temuannya telah dipamerkan dan disaksikan pada acara Scientist World Summit 12 Maret 2020 lalu di Timbuktu tanpa kendala. Sebarkan kabar gembira ini agar kita tidak selalu tergantung pada Bahan Bakar Minyak

Apa yang akan kita lakukan bila mendapat terusan (forward) atau broadcast (siaran) berita seperti di atas dari sumber yang tidak resmi? Sebagian dari kita mungkin akan tanpa keraguan segera meneruskannya ke mana-mana atau mengunggah di sosial media. Motivasi melakukannya bisa bermacam-macam, mulai semata-mata tak sabar menyebarkan “kabar baik” karena jiwa nasionalisme yang tergugah ataupun motif pribadi lain. Namun ada baiknya jika semua itu ditahan sebelum kita melakukan validasi atas kebenaran berita tersebut. Validasi berita semacam ini sebenarnya sederhana, secara garis besar ada 2 hal yang perlu dilakukan, bahkan terkadang cukup 1 saja.

Continue reading

Posted in Celoteh, sehari-hari | Tagged , , | Leave a comment

Menuju Normal

Saya termasuk orang yang rada alergi dengan buku-buku motivasi, apalagi menghadiri acara sejenis yang tidak gratis. Meskipun begitu, buku Legendary Service karya Ken Blanchard ini terasa berbeda. Berawal dari “kecelakaan” akhirnya terhanyut dan tenggelam dalam lembar demi lembar isinya yang meskipun tipis tapi dalam maknanya, setidaknya bagi Saya. Setiap kali mengalami situasi yang “kacau” isi buku ini yang terngiang di lamunan dan memberikan dorongan untuk terus bertahan dan tidak menyerah. Jangan tertipu oleh judul atau tagline, ini bukan semata-mata soal berjualan atau menarik pelanggan. Buku ini, kalau dimaknai dan dipraktekkan dengan baik, akan berperan besar meningkatkan kualitas hidup kita.

Continue reading

Posted in Celoteh, Review | Tagged , , , | Leave a comment

Awali Dengan se-Zoom-an

Vidcon dengan ZoomSejak pandemi Corona ini menyebar, aplikasi Zoom, khususnya di Indonesia, seperti ketiban durian runtuh. Ketika kontak fisik harus dikurangi dan ditekan serendah mungkin, Video Conference, selanjutnya disebut Vidcon, menjadi alternatif cara berkomunikasi yang paling realistis. Dan entah kenapa, meski terbalut pro-kontra, Zoom adalah aplikasi Vidcon yang lumayan banyak dipakai, khususnya oleh kalangan Pemerintah. Selain Zoom masih ada lagi sejumlah aplikasi Vidcon lain seperti Webex dari Cisco, Team dari Microsoft, dan bahkan video group call dari Whatsapp. Berhubung saya hanya pernah menggunakan Zoom dan Whatsapp Video Group Call, dan saya yakin juga banyak yang sudah lincah menggunakannya, Saya hanya ingin menyoroti hal lain yang mungkin selama ini kita lupakan. Hal dasar yang mungkin bisa kembali kita pelajari dengan menggunakan aplikasi sejenis ini. Ya, itu adalah cara berdiskusi maupun berdebat.

Continue reading

Posted in Celoteh, Komputer, TIK/IT | Tagged , , | 3 Comments