
Pahlawan itu biasanya tidak pernah menyebut dirinya pahlawan
Dalam diskusi bersama sejumlah keturunan Pahlawan Nasional di Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta pada 2 November 2026 dalam bagian rangkaian acara menyambut peringatan Hari Pahlawan yang akan jatuh pada 10 November 2026, kalimat itu (meskipun mungkin tidak verbatim) meluncur dari RM Joko Prawoto Mulyadi alias Okky Tirta, cicit dari pahlawan nasional RM Tirto Adi Soerjo. Dijelaskannya pula bahwa pada masa aktifnya, justru biasanya mereka yang disebut pahlawan itu disebut oleh sistem dan struktur yang ada sebagai pemberontak. Gelar pahlawan itu umumnya baru akan diberikan oleh orang lain dan/atau negara ketika manfaat dan/atau hasil kerja mereka telah dirasakan. Itulah sebabnya, jika saat ini ada orang-orang yang punya pemikiran yang berbeda, janganlah keburu dicap sebagai pemberontak. Bisa jadi jika pemikiran yang berbeda itu bisa dipahami, justru akan membawa perubahan yang lebih baik.
Continue reading







