Selamat Jalan Kum

Alm Kumara

Sebaik baik pengingat adalah kematian, dan kali ini datang dari seorang teman. Baru 3 atau 4 hari yang lalu saya makan pecel di seberang rumahnya, sekarang dia sudah tiada. Dan ini adalah Eulogi saya untukmu.

Tidak seperti orang yang ketika ada seorang tokoh meninggal lalu mendadak berubah bicara seolah-olah menjadi orang terdekatnya, saya katakan terus terang bahwa saya sama sekali tidak dekat dengan beliau, bahkan saya mungkin bagian dari segelintir orang yang tidak terlalu suka padanya.

Sependek ingatan saya, sepak terjangnya sudah dimulai sejak SMP dimana dia menjadi ketua OSIS di sana, kemudian ketika SMA dia kembali berada di jajaran pengurus OSIS juga. Namun bukan itu yang membawa saya kenal dengannya, kami berinteraksi, bergumul, bermandi keringat bersama lewat media yang jauh lebih sederhana yaitu bola plastik. Dari obrolan di sela dan sebelum sesudah bermain bola itulah saya lebih mengenalnya, sesekali dia juga mengajak saya untuk berpartisipasi jadi panitia acara di sekolah, aktivitas yang tidak saya sukai dan pernah membentuk prasangka saya pada orang-orang sejenis.

Terakhir kali bekerjasama dengannya adalah sewaktu LDKS, setelah itu selama kuliah praktis kami tidak pernah berinteraksi kecuali saat ada momen-momen reuni kecil-kecilan yang tidak hingar bingar. Selama mengenal beliau di masa mudanya, kesan jujur saya, memang dia suka sekali ngobrol dan berdiskusi, hal inilah yang mungkin bagi orang yang tidak paham kemudian menjadi kesan seperti “banyak omong”, tapi saya yakin, itu hanyalah prasangka karena kinerjanya sangat sebanding dengan bicaranya.

Setelah sekian lama dan sama-sama bekerja, ternyata garis nasib masih mempertemukan kita, sepak terjangnya sebagai seorang dosen di bidang kreativitas diabdikan untuk membantu sebagian masyarakat di Kota tempat kami tumbuh melalui kerjasamanya dengan beberapa lembaga pemerintah. Dia juga sangat aktif di grup alumni untuk menyampaikan dan mengumpulkan informasi dan berusaha sesering mungkin mencari alasan untuk “reuni”. Interaksi terakhir dengannya adalah lewat telepon malam malam beberapa bulan yang lalu saat ada teman kantor yang membutuhkan bantuan, tanpa ragu langsung saya rekomendasikan namanya.

Mungkin itu saja, kalau mau ditulis semua bakal habis duluan batere henpon saya sebelum selesai, yang jelas saya bersaksi bahwa kamu adalah manusia yang bermanfaat bagi sekitarmu dan luar sekitarmu, dalam agama saya ini adalah salah satu kategori sebaik baik manusia. Semoga semua amalmu menjadi pencerah yang melapangkan kuburmu dan menghapus dosamu, selamat jalan duluan Kawan, doaku menyertaimu beserta doa sekian banyak orang yang telah merasakan manfaat kehidupan dan kehadiranmu. Au Revoir Kumara Sadana Putra

Posted in Celoteh | 1 Comment

Aku, Kau, dan Kue Gandum (5)

Disclaimer: ini adalah lanjutan dari post sebelumnya, disclaimer di post tersebut berlaku sama di sini 😀

“Arif, tolong selesaikan surat ini dulu, jangan pulang sebelum selesai,” perintah bosku. Celaka, pikirku, aku sudah berencana pulang cepat untuk menemui Rina karena dia masuk shift pagi. Harapan tinggal harapan, indikator keberhasilanku menemui Rina ternyata tidak mengikuti kaidah SMART, alias tidak attainable. Benar saja, sampai di supermarket dia tidak ada. Kucari siapa tahu dia masih di ruang karyawan di lantai dua juga tidak ada. Ah kenapa surat satu lembar itu bisa menggagalkan satu rencana yang besar? Tapi itulah dinamika sebuah perencanaan.

Continue reading

Posted in Cerita | Tagged , | Leave a comment

Transfer File Lambat? ADB Saja

Disclaimer: Ini post dari, oleh, dan untuk Nubi, jadi mohon jangan dikomentari dengan “gitu aja gak tahu”, “baru tahu ta?”, dan sejenisnya 😀

Pernah merasakan nikmatnya menunggu godot lewat saat menyalin file (yang ukurannya sebenarnya tidak terlalu besar) dalam jumlah buuanyak dari PC ke gawai Android? Bagi sebagian orang itu merupakan ujian kesabaran yang jauh lebih dahsyat daripada menunggu pacar/istri/istri orang belanja di mall :p. Bagi yang sudah melambaikan tangan, jangan khawatir, ADB bisa menjadi solusi alternatif, proses yang berjam-jam bisa selesai dalam hitungan puluhan atau belasan menit.

Continue reading

Posted in Gadget | Tagged | Leave a comment

Skill Yang Perlu Dimiliki Sebelum Berumah Tangga

Berumah tangga, tidak melulu harus diterjemahkan sebagai menikah. Ketika anda memutuskan untuk berumah sendiri (beli/kontrak/kredit) dengan atau tanpa tangga, sudah layaklah gelar berumah tangga disandang :D. Tapi ini bukanlah tulisan yang buang buang usia untuk membahas definisi, kalimat pembuka itu hanyalah disclaimer tentang konteks berumah tangga yang dimaksud dalam tulisan ini. Nah, sesuai judul, agar berumah tangga lancar, ada baiknya anda atau minimal salah satu penghuni rumah atau orang terdekat yang bisa dipanggil setiap saat menguasai skill-skill berikut:

Continue reading

Posted in Celoteh, sehari-hari | Tagged | Leave a comment

Uniknya (sebagian) Pisuhan Jawa Timuran

Disclaimer: Sesuai judul, tentunya akan ada beberapa pisuhan atau makian (meskipun disensor) yang akan muncul dalam tulisan ini, jika tidak berkenan, jangan dilanjutkan membaca 😀

Sewaktu silaturahmi dengan teman-teman SMA, ada teman pernah mengejek saya sering menggunakan kapasitas otak untuk mengingat hal-hal yang tidak penting karena saya mengingat urutan absensi dan posisi duduk kami sekelas dulu. Sewaktu kuliah, karena teman satu angkatan berasal dari berbagai daerah, kembali ingatan saya dipenuhi dengan konten yang dianggap tidak penting, saya menghafalkan berbagai macam pisuhan dari berbagai daerah, apa tujuannya saya rasa gak perlu dibahas lah ya 😀

Continue reading

Posted in Celoteh, Review | Tagged , , | Leave a comment

Langit dan Lampu Jalan

Bagaimana mungkin akan terlupakan, sedangkan kau lebih dari sebuah ingatan.

Aktivitas beberapa minggu terakhir ini benar-benar sarat dengan nostalgia. Dataran terbuka, hamparan langit, serta kemilau dan temaramnya lampu jalan. Beratus batang rokok, berjuta kata-kata, dan tak terhitung memori dihabiskan di tempat-tempat itu. Bahkan setelah lebih 10 tahun berlalu pun, tetap begitu mudahnya kenangan demi kenangan tersebut terpanggil kembali karena telah mendarah daging. Bagaimana mungkin akan terlupakan, sedangkan kau lebih dari sebuah ingatan :).

*hanyatulisangakjelaskarenakurangtidur

Posted in Celoteh | Leave a comment

Kurangi Debat, Perbanyak Diskusi

“Ketahuilah dan yakinlah bahwa perdebatan yang diadakan dengan tujuan mencari kemenangan, menundukkan lawan, melahirkan kelebihan dan kemuliaan diri, membesarkan mulut di muka orang banyak, ingin kemegahan dan kebebasan serta ingin menarik perhatian orang, adalah sumber segala budi yang tercela pada Allah dan terpuji pada Iblis Musuh Allah”, -Ihya Ulumuddin-

Berdasarkan pengalaman, berdebat, terutama yang tidak didukung iklim yang kondusif, akan menyisakan luka di hati. Berdebat itu memang sekali-sekali perlu, terutama ketika hendak mencegah sebuah keburukan massal atau hendak menggolkan kebaikan massal. Namun seringkali, orang lebih suka terpancing melakukan debat yang sia-sia dan menorehkan luka di hati. Kita jauh lebih perlu memperbanyak diskusi daripada debat, dua terminologi ini saya gunakan untuk memisahkan pemahaman saja, bukan untuk berdebat soal definisi dalam kamus :D. Lantas apa bedanya berdebat dengan berdiskusi? 
Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment

Troilus, Kebanggaan yang Dikorbankan

Troy, kota sentral dalam epik Ilias karya Homer. Perang 10 tahun antara Troy melawan begitu banyak negara yang disulut oleh perebutan Helen, yang konon adalah wanita tercantik. Ada begitu banyak karakter dan side arc dalam kisah ini yang bisa menjadi pelajaran. Salah satunya adalah tentang Troilus, putra raja Priam dari Troy.
Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment

Selamat Jalan Pak Broto

image

“Bagi seorang murid, salah satu momen paling bahagia adalah saat bertemu dengan guru”, -Su Yu Chang, murid Liu Yun Qiao, komik Kenji-

Guru mungkin tidak hafal siapa saja muridnya karena begitu banyak, tapi seorang murid tentunya akan ingat pada gurunya, baik yang ramah maupun yang killer. Pagi ini salah satu guru fisika saya telah berpulang mendahului kita.

Saya hanya pernah diajar beliau sebentar, sekitar 2 jam pelajaran dalam seminggu selama 1 tahun. Yang paling saya ingat dari beliau adalah metodenya dalam memberi soal. Jawaban dari soal-soalnya 90% bukan angka yang bulat sehingga siswa yang tidak benar-benar tahu cara menghitungnya akan dilanda krisis kepercayaan diri mengenai kebenaran jawabannya. Cara ini menurut saya adalah salah satu cara yang efektif untuk memberi andil mendongkrak kepercayaan diri siswa yang selama ini sudah terbiasa dengan jawaban yang bulat sehingga terkadang bisa ditebak-tebak dari karakteristik soalnya.

Masih banyak sebetulnya yang bisa diingat dari beliau dalam satu tahun pengajarannya (baik maupun buruk), tapi saya kira tidak perlu ditulis panjang-panjang di sini. Akhir kata, selamat jalan Pak Broto, tugasmu di dunia fana ini telah usai, semoga diterima di sisi-Nya.

Posted in Celoteh | Leave a comment

Cara Mencegah Auto Update Facebook dan Instagram

Pemakai android yang normal umumnya menginstall aplikasi melalui Google Play Store. Seiring berjalannya waktu, aplikasi biasanya memerlukan update untuk memperbarui fitur atau menutup celah bug yang mungkin ada. Fitur update ini bisa dipilih untuk dilakukan secara otomatis ataupun manual lewat menu yang ada di Google Play Store. Namun ternyata ada beberapa aplikasi yang masih nekat melakukan update otomatis meskipun settingan di Play Store sudah diset untuk tidak otomatis, dalam hal ini Facebook dan Instagram. Meskipun demikian, hal ini bisa dicegah dengan cukup mudah, hanya perlu beberapa langkah
Continue reading

Posted in Gadget | Tagged , | 2 Comments