Menuju Normal

Saya termasuk orang yang rada alergi dengan buku-buku motivasi, apalagi menghadiri acara sejenis yang tidak gratis. Meskipun begitu, buku Legendary Service karya Ken Blanchard ini terasa berbeda. Berawal dari “kecelakaan” akhirnya terhanyut dan tenggelam dalam lembar demi lembar isinya yang meskipun tipis tapi dalam maknanya, setidaknya bagi Saya. Setiap kali mengalami situasi yang “kacau” isi buku ini yang terngiang di lamunan dan memberikan dorongan untuk terus bertahan dan tidak menyerah. Jangan tertipu oleh judul atau tagline, ini bukan semata-mata soal berjualan atau menarik pelanggan. Buku ini, kalau dimaknai dan dipraktekkan dengan baik, akan berperan besar meningkatkan kualitas hidup kita.

Continue reading

Posted in Celoteh, Review | Tagged , , , | Leave a comment

Awali Dengan se-Zoom-an

Vidcon dengan ZoomSejak pandemi Corona ini menyebar, aplikasi Zoom, khususnya di Indonesia, seperti ketiban durian runtuh. Ketika kontak fisik harus dikurangi dan ditekan serendah mungkin, Video Conference, selanjutnya disebut Vidcon, menjadi alternatif cara berkomunikasi yang paling realistis. Dan entah kenapa, meski terbalut pro-kontra, Zoom adalah aplikasi Vidcon yang lumayan banyak dipakai, khususnya oleh kalangan Pemerintah. Selain Zoom masih ada lagi sejumlah aplikasi Vidcon lain seperti Webex dari Cisco, Team dari Microsoft, dan bahkan video group call dari Whatsapp. Berhubung saya hanya pernah menggunakan Zoom dan Whatsapp Video Group Call, dan saya yakin juga banyak yang sudah lincah menggunakannya, Saya hanya ingin menyoroti hal lain yang mungkin selama ini kita lupakan. Hal dasar yang mungkin bisa kembali kita pelajari dengan menggunakan aplikasi sejenis ini. Ya, itu adalah cara berdiskusi maupun berdebat.

Continue reading

Posted in Celoteh, Komputer, TIK/IT | Tagged , , | 3 Comments

Pengalaman Sebagai Guru Terbaik

Pengalaman adalah guru yang paling baik

Kalimat di atas sudah menjadi petuah bijak yang diberikan turun temurun. Artinya jelas, bahwa sebaik baik cara belajar adalah dengan langsung mengalaminya. Kita bisa bertahun tahun belajar teori tentang suatu hal, dan kemudian kalah dengan sukses di tangan orang yang baru beberapa bulan menjalaninya.

Continue reading
Posted in Uncategorized | Tagged ,

Antara Risiko dan Mahalnya Kejujuran

Ucapan Duka Cita

Sumber Gambar di Sini

Di tengah situasi pandemi atau perang, kabar duka mungkin bukan sesuatu yang asing lagi. Mulai orang di belahan dunia lain sampai yang begitu dekat dengan kita, bahkan mungkin diri kita sendiri, sama-sama bisa mengalaminya. Namun membaca berita ini tetap saja membuat ada rasa gimanaaaaaa gitu. “Kematian akibat orang lain tidak jujur” terdengar begitu menyedihkan. Jauh lebih menyedihkan lagi ketika korban tersebut adalah orang yang ada di sekitar kita atau bahkan kita kenal. Salah dua hal yang perlu diperhatikan dari kejadian ini adalah Masalah Risiko Pekerjaan dan masalah Kejujuran.

Continue reading

Posted in Celoteh | Tagged , | 2 Comments

Fokus, Godaan Memang Mahal

Hidup itu tidak mahal, Yang Mahal Gaya Hidup.

-Nasehat bijak yang bisa ditemui di banyak tempat dari banyak orang-

Kalimat di atas akan sering kita temui baik di media sosial maupun keluar dari mulut berbagai macam orang. Meskipun begitu, kenapa masih banyak yang tidak percaya? Kenapa masih banyak yang menuruti “gaya hidup” dan akhirnya berujung masalah finansial? Salah satunya karena jangkauan gaya hidup itu sendiri begitu luas sehingga terkadang sulit dibedakan.

Continue reading

Posted in Celoteh, sehari-hari | Leave a comment

Selera Humor dan Ruang Publik

“Heran, kenapa selera humor kita makin lama makin menipis ya?”
“Ya enggak, emang kayak gitu gak pantes dibuat guyonan!”

Itu cuma sepotong dialog dengan seseorang tadi siang. Tanpa perlu mengelaborazi konteks yang kami bahas, pada akhirnya Saya menyadari bahwa selalu ada pilihan ke-tiga, yaitu kami berdua sama-sama salah. Kami sama sekali tidak memahami hakikat struktur maupun syarat sahnya sebuah guyonan.

Continue reading
Posted in Celoteh, Uncategorized | Tagged

Kalau Sekolah Cuma Main-main Keluar Saja?

Seperti dulu sekali pernah saya tulis, kriteria memilih sekolah salah satunya adalah tujuan dari bersekolah itu sendiri. Tujuan ini juga terpecah menjadi dua, tujuan dari orangtua memasukkan anaknya ke sekolah, dan tujuan dari sang anak sendiri saat hendak melakukan ritual penyematan lambang OSIS di dadanya. Syukurlah jika tujuan kedua pihak ini sama, namun jika berbeda juga tidak masalah asalkan bisa saling memahami. Bagaimana jika tujuan dari bersekolah ini hanya main-main?

Continue reading
Posted in Celoteh, sehari-hari | Tagged | Leave a comment

Juru Cicip dan Penasihat Raja

Dalam suatu perjalanan rombongan raja dari antah berantah, tersebutlah sesosok juru cicip makanan kerajaan yang sedang berkontemplasi. Mulutnya bergumam sambil memandang sosok sang penasehat raja di atas tandunya. “Huh, enak sekali penasihat raja itu, kenapa dia mendapat perlakuan yang istimewa, padahal kita semua kan sama-sama abdi raja. Pekerjaanku juga tidak kalah penting dengannya, bayangkan saja kalau aku lalai atau berniat buruk, tentu raja akan tewas”. Entah karena terlalu konsentrasi atau terlalu menghayati, gumamannya tersebut terdengar ke telinga sang raja.

Continue reading

Posted in Celoteh, Cerita | Tagged , | Leave a comment

5 Tahunan di Samsat Manyar Makin Joss

Suatu pagi saya mendapat pesan singkat melalui SMS (hari gini masih SMS :D), setelah dibuka ternyata isinya mengingatkan bahwa STNK kendaraan saya sudah berakhir. Kalau pengirimnya memang dari SAMSAT/DIRLANTAS/Dispenda Jatim maka ini suatu kemajuan luar biasa dari 5 tahun yang lalu saat saya terakhir mengurus Penul 5 Tahunan. Tidak hanya kemajuan berupa pesan SMS atau adanya gerai roti baru, ternyata proses secara keseluruhan juga menjadi jauh lebih mudah dan cepat.

Continue reading

Posted in Celoteh, sehari-hari | Tagged , , , | 2 Comments

Meresize Banyak File Sekaligus Dengan Imagemagick

Disclaimer: Ini post dari, oleh, dan untuk Nubi, jadi mohon jangan dikomentari dengan “gitu aja gak tahu”, “baru tahu ta?”, dan sejenisnya 😀

Seringkali dalam bekerja atau menyalurkan hasrat hobby kita dihadapkan pada situasi yang membutuhkan untuk meng-upload atau mengunggah file maupun gambar (foto). Kalau hanya satu atau dua gambar mungkin tidak masalah, tapi kalau sudah melibatkan puluhan bahkan ratusan gambar, foto yang terlalu bagus seringkali menjadi masalah.

Foto yang bagus dari kamera bagus umumnya berukuran besar. Mengunggah foto ukuran besar menuntut adanya kecepatan transfer rate (umumnya disalah kaprahi sebagai bandwidth) yang besar.  Masalah ke-dua adalah situs/server tempat mengunggah terkadang juga memberikan syarat ukuran  maksimum file/foto yang dapat diunggah. Kedua masalah tersebut seringkali Saya alami sehingga cukup membuat jengkel. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah melakukan resize pada foto yang akan diunggah. Bila foto yang akan diunggah banyak, melakukan resize satu-per-satu adalah cara yang sangat menjengkelkan. Agar tidak perlu melakukan resize satu-persatu, salah satu opsi yang bisa diambil adalah menggunakan Imagemagick.

Continue reading

Posted in Gadget, Komputer, sehari-hari | Tagged , , , , | Leave a comment