Katakan Lewat Sepakbola

Football isn’t everything, it’s the only thing that matters. Itu dulu adalah motto yang saya anut saat sedang ranum-ranumnya usia. Soal lain boleh saja dihina atau dikalahkan, tapi kalau soal sepakbola beda cerita (walau toh akhirnya tetap kalah :p ). Kini, setelah sekian lama, tiba-tiba ada pesan berantai yang kembali mengusik hasrat yang lama terpendam. Ya, Sejumlah alumni Smala (saya tidak tahu ini acara resmi ikatan alumni atau bukan) mengadakan turnamen sepakbola (futsal tepatnya) antar angkatan. Tidak perlu berpikir lama, “saya pasti ikut”, niat yang jelas ada dalam kepala. Namun kenyataan memang tidak semudah keinginan.

Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment

Warcraft (semoga bukan hanya) The Beginning

Menonton film yang diangkat dari novel, mitologi ataupun game biasanya harus siap kecewa. Setidaknya itu pengalaman beberapa kali menonton film semacam itu seperti Hercules, Clash of The Titan, dsb. Namun ada juga film sejenis yang sangat jauh dari mengecewakan seperti seri Lord of The Ring, dan Warcraft The Beginning ini juga merupakan salah satunya. Film ini akan menyajikan suguhan yang bisa dinikmati baik oleh mereka yang sudah kenal Anduin Lothar sejak tahun 1994 maupun mereka yang baru saja menontonnya karena terlanjur datang ke bioskop tapi kehabisan tiket film X-Men Apocalypse :D.
Continue reading

Posted in Review | Tagged | Leave a comment

Stop Victim Blaming

image

Ada orang yang suka memakai perhiasan dalam jumlah banyak sampai terlihat dengan jelas saat dia berjalan. Ketika kemudian ada oknum yang tergoda untuk merampoknya, tidak jarang orang justru mencibir “salahnya sendiri perhiasan dipamer-pamerkan”. Entahlah logika macam apa yang sekarang lagi tren, tapi menyalahkan korban itu jelas absurd, kecuali korban memang secara aktif memprovokasi duluan (misalnya sengaja melemparkan perhiasannya ke muka si perampok duluan, atau mengata-ngatai si perampok karena tidak punya perhiasan sebanyak dia) (itu pula yang membuat kekaguman saya pada Zinedine Zidane tidak pernah surut meski dia melakukan “sundulan” legendarisnya) . Tapi apakah dengan menimpakan segala kesalahan ke si perampok lantas semuanya happy ending?
Continue reading

Posted in Celoteh | 5 Comments

Generasi Penggema Hujan, Sebuah Review

image

Endings are hard. Any chapped-as* monkey with a keyboard can poop out a beginning, but endings are impossible. You try to tie up every loose end, but you never can.
chuck shurley, Supernatural

Membaca buku terakhir dari seri novel biografi ini, quote di ataslah yang rasanya cukup mewakili kesan yang saya dapatkan. Memang mustahil untuk menjawab semua pertanyaan yang muncul akan akhir dari suatu cerita, lebih lebih karena cerita ini sebenarnya belum pernah berakhir dan terus berlangsung sampai sekarang. Kita saat ini hanyalah bagian dari salah satu dari dua kelompok, generasi penggema hujan, atau generasi yang mendengar gema tersebut.
Continue reading

Posted in Review | Leave a comment

Sang Pewaris Hujan, Sebuah Review

image

Umar Bin Khattab RA, sosok yang sangat dikenal di kalangan umat islam maupun non muslim di zamannya. Ketika Abu Bakar RA menjadi khalifah, beliau menegurnya karena mencoba membujuk kekerasan pendirian sang khalifah terhadap mereka yang menolak membayar zakat. Ketika dia hendak ditunjuk sebagai khalifah berikutnya, orang-orang mengkhawatirkan sifatnya yang dianggap keras. Namun dia berhasil menepis semua anggapan tersebut, dia memang tetap keras pada mereka yang menindas yang lemah, namun sangat lembut kepada mereka yang lemah. Perjalanan kepemimpinannya sebagai penyandang pertama gelar Amirul Mukminin dapat diikuti di buku seri ketiga karangan Tasaro GK ini, Sang Pewaris Hujan.
Continue reading

Posted in Review | 2 Comments

SWOT, AKO, dan RPO

Dulu, waktu kuliah, karena agak kurang kerjaan saya pernah ikut acara yang pesertanya dari bermacam-macam jurusan. Acara itu terus terang sangat panjang dan membosankan. Tapi ada seorang senior cantik yang memberikan kesan lebih dengan paduan jilbab, kacamata, dan dasinya yang bermotif ceria, dia berasal dari jurusan yang sama dengan rektor kampus saya sekarang. Materi inti alias ujung-ujungnya rangkaian acara itu adalah AKO alias Analisis Kondisi Organisasi dan RPO atau Rencana Pengembangan Organisasi. Dan bicara tentang keduanya tidak akan lepas dari yang namanya analisis SWOT (bukan SWT seperti di game game itu :p). Continue reading

Posted in Celoteh | Tagged | 2 Comments

Perencanaan Indikator SMART

Dulu, waktu kuliah, pernah ada senior cantik yang mengajarkan materi tentang penetapan tolok ukur keberhasilan, kalau mengikuti tren kekinian istilahnya indikator. Satu-satunya yang nyantol di kepala selain senyum manis sang senior adalah jargon SMART. Ternyata sampai masuk hutan belantara dunia kerja, SMART ini tetap digunakan. Hampir semua sektor pekerjaan yang sadar pentingnya memiliki sebuah tujuan hidup akan berkutat dengan SMART ini, baik secara formal maupun kultural.
Continue reading

Posted in Celoteh | Tagged , | Leave a comment

Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku mencintaimu karena Allah

Ungkapan di atas juga sering digunakan dalam bahasa Arab populernya “ana uhibbuki fillah“. Saya pertama kali mengetahui istilah ini, dalam bahasa arabnya, sewaktu SMA. Bukan, bukan karena ada yang mengatakannya pada saya :D, kebetulan tahu saja. Saat itu saya sama sekali tidak tahu artinya dalam bahasa Indonesia. Sewaktu kuliah barulah saya mengetahui artinya dari kakak-kakak rohis yang ada di kampus. Dan saya heran bin kagum saat mengingat bahwa kata-kata itu digunakan oleh anak-anak SMA, mengingat beratnya beban dari ungkapan sederhana itu.
Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment

Para Pengeja Hujan, Sebuah Review

Pengeja_Hujan.jpg

Immortal, nama pasukan legendaris Persia itu pertama kali saya dengar waktu menonton film 300. Sepuluh ribu tentara elit andalan Raja, jumlahnya tidak pernah berkurang, setiap ada yang gugur, penggantinya segera siap. Pasukan yang konon dibentuk di zaman Raja Cyrus dan dikomandani oleh Pantea Arteshbold itu dikenal juga dengan sebutan Athanatoi. Pasukan itulah yang coba dibangkitkan kembali oleh ketiga putri Khosrau Parvis (Puran, Turan, dan Azarmi) dalam buku ini yang merupakan lanjutan dari buku sebelumnya. Yang menjadikan elitnya pasukan ini bukan hanya kemampuan bertempurnya, melainkan iman mereka kepada ajaran Zoroaster yang tinggi. “Tidak ada angkatan bersenjata tanpa moral agama” tegas putri Turan, penengah dari tiga bersaudara itu.
Continue reading

Posted in Review | Tagged , | 1 Comment

Mahalnya Kesadaran

If they merely stand by while being rescued by others, they will still be slaves in everything but name, who still cling onto others to decide their destiny.
Fan Gamma Bizen

Kalimat yang diucapkan oleh Fan Gamma Bizen, tokoh utama “Tale of The Sea King” saat ditanya alasannya menyuruh para budak bertempur padahal dia sanggup mengalahkan semua musuhnya saat itu seorang diri. Alih-alih bermain sebagai pahlawan yang menyelamatkan nyawa, dia justru memilih melakukan hal yang lebih mulia, menyelamatkan kesadaran mereka.
Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment