SWOT, AKO, dan RPO

Dulu, waktu kuliah, karena agak kurang kerjaan saya pernah ikut acara yang pesertanya dari bermacam-macam jurusan. Acara itu terus terang sangat panjang dan membosankan. Tapi ada seorang senior cantik yang memberikan kesan lebih dengan paduan jilbab, kacamata, dan dasinya yang bermotif ceria, dia berasal dari jurusan yang sama dengan rektor kampus saya sekarang. Materi inti alias ujung-ujungnya rangkaian acara itu adalah AKO alias Analisis Kondisi Organisasi dan RPO atau Rencana Pengembangan Organisasi. Dan bicara tentang keduanya tidak akan lepas dari yang namanya analisis SWOT (bukan SWT seperti di game game itu :p). Continue reading

Advertisements
Posted in Celoteh | Tagged | 2 Comments

Perencanaan Indikator SMART

Dulu, waktu kuliah, pernah ada senior cantik yang mengajarkan materi tentang penetapan tolok ukur keberhasilan, kalau mengikuti tren kekinian istilahnya indikator. Satu-satunya yang nyantol di kepala selain senyum manis sang senior adalah jargon SMART. Ternyata sampai masuk hutan belantara dunia kerja, SMART ini tetap digunakan. Hampir semua sektor pekerjaan yang sadar pentingnya memiliki sebuah tujuan hidup akan berkutat dengan SMART ini, baik secara formal maupun kultural.
Continue reading

Posted in Celoteh | Tagged , | Leave a comment

Aku Mencintaimu Karena Allah

Aku mencintaimu karena Allah

Ungkapan di atas juga sering digunakan dalam bahasa Arab populernya “ana uhibbuki fillah“. Saya pertama kali mengetahui istilah ini, dalam bahasa arabnya, sewaktu SMA. Bukan, bukan karena ada yang mengatakannya pada saya :D, kebetulan tahu saja. Saat itu saya sama sekali tidak tahu artinya dalam bahasa Indonesia. Sewaktu kuliah barulah saya mengetahui artinya dari kakak-kakak rohis yang ada di kampus. Dan saya heran bin kagum saat mengingat bahwa kata-kata itu digunakan oleh anak-anak SMA, mengingat beratnya beban dari ungkapan sederhana itu.
Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment

Para Pengeja Hujan, Sebuah Review

Pengeja_Hujan.jpg

Immortal, nama pasukan legendaris Persia itu pertama kali saya dengar waktu menonton film 300. Sepuluh ribu tentara elit andalan Raja, jumlahnya tidak pernah berkurang, setiap ada yang gugur, penggantinya segera siap. Pasukan yang konon dibentuk di zaman Raja Cyrus dan dikomandani oleh Pantea Arteshbold itu dikenal juga dengan sebutan Athanatoi. Pasukan itulah yang coba dibangkitkan kembali oleh ketiga putri Khosrau Parvis (Puran, Turan, dan Azarmi) dalam buku ini yang merupakan lanjutan dari buku sebelumnya. Yang menjadikan elitnya pasukan ini bukan hanya kemampuan bertempurnya, melainkan iman mereka kepada ajaran Zoroaster yang tinggi. “Tidak ada angkatan bersenjata tanpa moral agama” tegas putri Turan, penengah dari tiga bersaudara itu.
Continue reading

Posted in Review | Tagged , | 1 Comment

Mahalnya Kesadaran

If they merely stand by while being rescued by others, they will still be slaves in everything but name, who still cling onto others to decide their destiny.
Fan Gamma Bizen

Kalimat yang diucapkan oleh Fan Gamma Bizen, tokoh utama “Tale of The Sea King” saat ditanya alasannya menyuruh para budak bertempur padahal dia sanggup mengalahkan semua musuhnya saat itu seorang diri. Alih-alih bermain sebagai pahlawan yang menyelamatkan nyawa, dia justru memilih melakukan hal yang lebih mulia, menyelamatkan kesadaran mereka.
Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment

Mengatasi Masalah Grafik GRUB Dengan nomodeset

Disclaimer, ini posting dari, oleh dan untuk nubi, jadi mohon jangan dikomentari “baru tahu ta?” Atau sejenisnya. 😀

image

Layar Hijau

Kemarin mencoba install Ubuntu di komputer baru. Seperti biasa, langsung saja colokkan flash disk yang sudah berisi live cd Ubuntu dan nyalakan PC-nya. Setelah masuk menu Grub dan pilih “install ubuntu”, tidak berapa lama layar justru menjadi berwarna seperti gambar di atas, bergantian dengan warna merah dan biru. Setelah sesaat menikmati ilusi kepanikan, akhirnya coba-coba brosing dan ketemu solusinya. Continue reading

Posted in Komputer | Tagged , , | Leave a comment

Memento Mori

Di usia yang belum juga remaja sejak terakhir meninggalkan sekolah, sudah ada puluhan pemakaman yang saya hadiri. Mulai dari keluarga, sahabat, teman, sampai orang yang hanya kenal satu arah (saya kenal dia, dia tidak kenal saya). Bukan sekedar melawat, biasanya kalau jenazahnya masih ada saya akan berusaha mengikuti sampai proses pemakamannya. Salah satu aktivitas dalam serangkaian proses pemakaman ini adalah mengangkat keranda jenazah.
Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment

Bikin Foto Keren Dengan Fotome

image

Fotome

Waktu pertama kali lihat aplikasi ini, yang terlintas di benak saya adalah “apa maksudnya dramatic camera?”. Saya awam beud dengan istilah fotografi, jadi kata-kata “dramatis” terdengar begitu wow banget. Tapi setelah mencoba-coba aplikasi Fotome ini, saya baru paham. Dalam bahasa yang awam, aplikasi ini bisa ngedit foto biasa jadi keren, plus bisa langsung nambahi hashtag dan watermark. Continue reading

Posted in Gadget, Review | Tagged , | Leave a comment

Belanja Murah Tanpa Menawar

image

Belanjaan

Berawal dari keluarnya revisi peraturan rumah tangga tentang tugas pokok dan fungsi, belanja di pasar kini menjadi bagian tupoksi saya :D. Yang langsung menghantui pikiran saya saat belanja di pasar adalah “saya gak bisa nawar harga”. Sempat terlintas untuk mengambil kursus tawar menawar sebanyak 6 SKS ke yang sudah ahli, namun kemudian bermunculan gerakan “kepedulian” (saya beri tanda petik karena sejauh ini belum ada yang menyusunnya menjadi benar-benar sebuah gerakan terstruktur) terhadap para pedagang tradisional ini. Salah satu contohnya adalah tulisan ini, saya ambil tulisan itu menjadi contoh semata-mata karena peringkat di mesin pencari saja, ada banyaaaak sekali tulisan yang senada dengan itu. Nah, gimana ya caranya supaya bisa tetep dapat harga yang murah tanpa menawar, ternyata bisa saja, tapi perlu agak sedikit berusaha di awal-awal.
Continue reading

Posted in Celoteh | Tagged , | Leave a comment

Lelaki Penggenggam Hujan, Sebuah Review

image
Ada begitu banyak Sirah Nabi Muhammad SAW yang bisa kita baca, pun halnya tidak kurang-kurang dongeng tentang beliau yang kita dengar dari guru agama di sekolah, khatib sholat jumat maupun Ustadz-ustadz di pengajian. Namun membaca buku yang merupakan bagian pertama dari sebuah trilogi ini tetap tidak mengurangi kenikmatannya. Buku karangan Tasaro GK (nama pena tentunya, siapa nama aslinya bisa ditanya sendiri ke paman Google) ini tetap menawarkan sebuah cara lain dalam penyajiannya yang memasukkan unsur sastra dan melibatkan tokoh fiktif di dalamnya.
Continue reading

Posted in Review | Tagged , | 2 Comments