Disclaimer: ini adalah lanjutan dari post sebelumnya, disclaimer di post tersebut berlaku sama di sini 😀
“Karena ini sudah tahun ke-4, perencanaan jangka menengah kita harus diperbarui sekarang,” kata Bu Kiara waktu memimpin rapat pagi ini. “Arif, kamu yang lead kali ini ya, waktumu 2 bulan,” tambahnya. Oke, ini sudah bukan seperti petir di siang bolong lagi, ini ibarat Ki Ageng Selo yang menangkap petir tapi gagal. Tahu apa aku soal perencanaan, jangankan jangka menengah, merencanakan apa yang harus kulakukan untuk membuat Rina membuka hatinya padaku saja masih gelap. “Les, kamu harus bantu aku ya, mampus aku kalau kamu gak bantuin,” pintaku ke Leles, si rising star dan aktor kunci dalam penyusunan perencanaan jangka menengah 4 tahun yang lalu.
Continue reading



