Tak pernah aku menyesali yang kupunya, tapi kusadari ada lubang dalam hati
Lubang Dalam Hati, Letto
Sepenggal lirik dari band Letto tersebut memang cukup mengena. Meskipun tidak memahami apa sebenarnya yang dimaksud oleh sang pengarang lagu tersebut, dan meskipun lagu itu menjadi soundtrack sebuah sinetron percintaan, entah kenapa lagu tersebut lebih terenungi sebagai sebuah keresahan dalam perjalanan hidup. Keresahan, sebuah kemewahan yang masih bisa dirasakan bahkan di tengah hegemoni sapuan kehidupan. Dari rahim keresahan terlahir banyak sekali produk dan masterpiece mulai dari ideologi sampai dengan teknologi. Keresahanlah, apapun motif dan arahnya, yang mengantarkan peradaban ini terus bergulir.
Continue reading





