Mengatasi Masalah Grafik GRUB Dengan nomodeset

Disclaimer, ini posting dari, oleh dan untuk nubi, jadi mohon jangan dikomentari โ€œbaru tahu ta?โ€ Atau sejenisnya.ย ๐Ÿ˜€

image

Layar Hijau

Kemarin mencoba install Ubuntu di komputer baru. Seperti biasa, langsung saja colokkan flash disk yang sudah berisi live cd Ubuntu dan nyalakan PC-nya. Setelah masuk menu Grub dan pilih “install ubuntu”, tidak berapa lama layar justru menjadi berwarna seperti gambar di atas, bergantian dengan warna merah dan biru. Setelah sesaat menikmati ilusi kepanikan, akhirnya coba-coba brosing dan ketemu solusinya. Continue reading

Posted in Komputer | Tagged , , | Leave a comment

Memento Mori

Di usia yang belum juga remaja sejak terakhir meninggalkan sekolah, sudah ada puluhan pemakaman yang saya hadiri. Mulai dari keluarga, sahabat, teman, sampai orang yang hanya kenal satu arah (saya kenal dia, dia tidak kenal saya). Bukan sekedar melawat, biasanya kalau jenazahnya masih ada saya akan berusaha mengikuti sampai proses pemakamannya. Salah satu aktivitas dalam serangkaian proses pemakaman ini adalah mengangkat keranda jenazah.
Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment

Bikin Foto Keren Dengan Fotome

image

Fotome

Waktu pertama kali lihat aplikasi ini, yang terlintas di benak saya adalah “apa maksudnya dramatic camera?”. Saya awam beud dengan istilah fotografi, jadi kata-kata “dramatis” terdengar begitu wow banget. Tapi setelah mencoba-coba aplikasi Fotome ini, saya baru paham. Dalam bahasa yang awam, aplikasi ini bisa ngedit foto biasa jadi keren, plus bisa langsung nambahi hashtag dan watermark. Continue reading

Posted in Gadget, Review | Tagged , | Leave a comment

Belanja Murah Tanpa Menawar

image

Belanjaan

Berawal dari keluarnya revisi peraturan rumah tangga tentang tugas pokok dan fungsi, belanja di pasar kini menjadi bagian tupoksi saya :D. Yang langsung menghantui pikiran saya saat belanja di pasar adalah “saya gak bisa nawar harga”. Sempat terlintas untuk mengambil kursus tawar menawar sebanyak 6 SKS ke yang sudah ahli, namun kemudian bermunculan gerakan “kepedulian” (saya beri tanda petik karena sejauh ini belum ada yang menyusunnya menjadi benar-benar sebuah gerakan terstruktur) terhadap para pedagang tradisional ini. Salah satu contohnya adalah tulisan ini, saya ambil tulisan itu menjadi contoh semata-mata karena peringkat di mesin pencari saja, ada banyaaaak sekali tulisan yang senada dengan itu. Nah, gimana ya caranya supaya bisa tetep dapat harga yang murah tanpa menawar, ternyata bisa saja, tapi perlu agak sedikit berusaha di awal-awal.
Continue reading

Posted in Celoteh | Tagged , | Leave a comment

Lelaki Penggenggam Hujan, Sebuah Review

image
Ada begitu banyak Sirah Nabi Muhammad SAW yang bisa kita baca, pun halnya tidak kurang-kurang dongeng tentang beliau yang kita dengar dari guru agama di sekolah, khatib sholat jumat maupun Ustadz-ustadz di pengajian. Namun membaca buku yang merupakan bagian pertama dari sebuah trilogi ini tetap tidak mengurangi kenikmatannya. Buku karangan Tasaro GK (nama pena tentunya, siapa nama aslinya bisa ditanya sendiri ke paman Google) ini tetap menawarkan sebuah cara lain dalam penyajiannya yang memasukkan unsur sastra dan melibatkan tokoh fiktif di dalamnya.
Continue reading

Posted in Review | Tagged , | 2 Comments

Hargai Waktu Fan

Disclaimer: kisah ini fiktif belaka, kesamaan nama, tempat, dan kejadian hanya imajinasi anda saja ๐Ÿ˜€

Disclaimer 2: sebagian besar dialog adalah dialog suroboyoan yang sudah diterjemahkan secara serampangan ๐Ÿ˜€

“Fan, nanti malam bisa ke kantin?”, SMS dari Anita itu muncul di layar HP Nokia 3310 Fandi. “Bisa, habis dari kantor ya, mudah-mudahan gak lembur :D”, dia menjawab. “Ok.” Malamnya kantin tidak terlalu ramai, Fandi datang dan duduk di salah satu meja panjang di pojok. Tak lama dia melihat motor Smash Anita yang berboncengan dengan Arum, mereka turun dan segera menyusul duduk di depan Fandi. Setelah basa-basi sejenak, “Ada apa? Kok tumben?” tanya Fandi. Anita mengeluarkan sebuah bungkusan dari tasnya dan diserahkan ke Fandi. “Itu titipan dari Rika, buka di rumah saja ya,” kata Anita. “Memangnya dia ke mana? Kok pake dititipin segala”. “Dia sudah ke Madiun, kan mulai minggu lalu dia kerja di sana,” jawab Arum. Setelah mengobrol cukup lama akhirnya mereka pulang.
Continue reading

Posted in Cerita | Tagged , | Leave a comment

Angin dan Matahari

“Hei Angin, mau kemana kau?” sapa Matahari. Angin yang biasanya meliuk-liuk kali ini tampak tertegun, dia memutari serumpun semak-semak, kemudian naik dan bertengger di puncak pohon durian tua. “Ah Matahari, entahlah, aku tak tahu kemana harus berhembus, aku bahkan tak tahu lagi untuk apa aku berhembus.” sahutnya lesu. “Kau memang angin yang angin-anginan, kenapa pula kau kali ini?” tanya sang surya.
Continue reading

Posted in Cerita | Tagged , | Leave a comment

Theseus, Manusia Athena

Orang Yunani memang mirip dengan orang Indonesia dalam satu hal, mereka seringkali memiliki sebuah cerita epic tentang asal muasal suatu nama atau daerah. Sebut saja Helespontus, Pelopponesus, dan Laut Aegea. Ya, laut Aegea, konon nama itu diambil dari Aegeus sang raja Athena, ayah dari Theseus sang pahlawan. Namun agak berbeda dari pahlawan lain di angkatannya, kisah Theseus ini punya cukup banyak sisi lain yang dapat kita petik hikmahnya.
Continue reading

Posted in Cerita | Tagged | Leave a comment

Aku, Kau, dan Kue Gandum (4)

Disclaimer: ini adalah lanjutan dariย post sebelumnya, disclaimer di post tersebut berlaku sama di sini ๐Ÿ˜€

Pulang kerja setelah lembur hari sabtu, aku mampir ke es campur di seberang supermarket, puas karena parkir di sana tidak bayar. Setelah memesan aku duduk, lalu mainan handphone sambil melihat sekeliling. Tiba tiba ada senyum yang akrab di mata, Tika dan Esty rupanya lagi makan di meja depan, Tika menghadap ke aku, Esty membelakangiku, mereka sama-sama membawa tas. Beberapa saat kemudian Esty pamit duluan, Tika kemudian bergeser duduk di depanku.
Continue reading

Posted in Cerita | Tagged , | 2 Comments

Mengikuti Pesan Ibu

Dia teman sekelas saya waktu SMA, sebut saja namanya Anton. Baru-baru ini saya bertemu dengannya karena dia ingin membuang uang untuk mentraktir saya makan siang. Sambil makan siang, kita mengobrol, seperti biasa adat saya kalau ketemu teman lama, saya lebih banyak diam. Diam saya bukan karena bergaya berempati, tapi karena memang tidak ada yang bisa saya bicarakan, semuanya lenyap tertelan gemerlap suksesnya teman-teman saya sekarang. Kembali ke si Anton, sambil makan, dia bercerita tentang “perjalanan bisnis”-nya. Continue reading

Posted in Cerita | Tagged , | Leave a comment