Disclaimer: kisah ini fiktif belaka, kesamaan nama, tempat, dan kejadian hanya imajinasi anda saja 😀
Disclaimer 2: sebagian besar dialog adalah dialog suroboyoan yang sudah diterjemahkan secara serampangan 😀
“Fan, nanti malam bisa ke kantin?”, SMS dari Anita itu muncul di layar HP Nokia 3310 Fandi. “Bisa, habis dari kantor ya, mudah-mudahan gak lembur :D”, dia menjawab. “Ok.” Malamnya kantin tidak terlalu ramai, Fandi datang dan duduk di salah satu meja panjang di pojok. Tak lama dia melihat motor Smash Anita yang berboncengan dengan Arum, mereka turun dan segera menyusul duduk di depan Fandi. Setelah basa-basi sejenak, “Ada apa? Kok tumben?” tanya Fandi. Anita mengeluarkan sebuah bungkusan dari tasnya dan diserahkan ke Fandi. “Itu titipan dari Rika, buka di rumah saja ya,” kata Anita. “Memangnya dia ke mana? Kok pake dititipin segala”. “Dia sudah ke Madiun, kan mulai minggu lalu dia kerja di sana,” jawab Arum. Setelah mengobrol cukup lama akhirnya mereka pulang.
Continue reading


