Hargai Waktu Fan

Disclaimer: kisah ini fiktif belaka, kesamaan nama, tempat, dan kejadian hanya imajinasi anda saja 😀

Disclaimer 2: sebagian besar dialog adalah dialog suroboyoan yang sudah diterjemahkan secara serampangan 😀

“Fan, nanti malam bisa ke kantin?”, SMS dari Anita itu muncul di layar HP Nokia 3310 Fandi. “Bisa, habis dari kantor ya, mudah-mudahan gak lembur :D”, dia menjawab. “Ok.” Malamnya kantin tidak terlalu ramai, Fandi datang dan duduk di salah satu meja panjang di pojok. Tak lama dia melihat motor Smash Anita yang berboncengan dengan Arum, mereka turun dan segera menyusul duduk di depan Fandi. Setelah basa-basi sejenak, “Ada apa? Kok tumben?” tanya Fandi. Anita mengeluarkan sebuah bungkusan dari tasnya dan diserahkan ke Fandi. “Itu titipan dari Rika, buka di rumah saja ya,” kata Anita. “Memangnya dia ke mana? Kok pake dititipin segala”. “Dia sudah ke Madiun, kan mulai minggu lalu dia kerja di sana,” jawab Arum. Setelah mengobrol cukup lama akhirnya mereka pulang.
Continue reading

Posted in Cerita | Tagged , | Leave a comment

Angin dan Matahari

“Hei Angin, mau kemana kau?” sapa Matahari. Angin yang biasanya meliuk-liuk kali ini tampak tertegun, dia memutari serumpun semak-semak, kemudian naik dan bertengger di puncak pohon durian tua. “Ah Matahari, entahlah, aku tak tahu kemana harus berhembus, aku bahkan tak tahu lagi untuk apa aku berhembus.” sahutnya lesu. “Kau memang angin yang angin-anginan, kenapa pula kau kali ini?” tanya sang surya.
Continue reading

Posted in Cerita | Tagged , | Leave a comment

Theseus, Manusia Athena

Orang Yunani memang mirip dengan orang Indonesia dalam satu hal, mereka seringkali memiliki sebuah cerita epic tentang asal muasal suatu nama atau daerah. Sebut saja Helespontus, Pelopponesus, dan Laut Aegea. Ya, laut Aegea, konon nama itu diambil dari Aegeus sang raja Athena, ayah dari Theseus sang pahlawan. Namun agak berbeda dari pahlawan lain di angkatannya, kisah Theseus ini punya cukup banyak sisi lain yang dapat kita petik hikmahnya.
Continue reading

Posted in Cerita | Tagged | Leave a comment

Aku, Kau, dan Kue Gandum (4)

Disclaimer: ini adalah lanjutan dari post sebelumnya, disclaimer di post tersebut berlaku sama di sini 😀

Pulang kerja setelah lembur hari sabtu, aku mampir ke es campur di seberang supermarket, puas karena parkir di sana tidak bayar. Setelah memesan aku duduk, lalu mainan handphone sambil melihat sekeliling. Tiba tiba ada senyum yang akrab di mata, Tika dan Esty rupanya lagi makan di meja depan, Tika menghadap ke aku, Esty membelakangiku, mereka sama-sama membawa tas. Beberapa saat kemudian Esty pamit duluan, Tika kemudian bergeser duduk di depanku.

Continue reading

Posted in Cerita | Tagged , | 2 Comments

Mengikuti Pesan Ibu

Dia teman sekelas saya waktu SMA, sebut saja namanya Anton. Baru-baru ini saya bertemu dengannya karena dia ingin membuang uang untuk mentraktir saya makan siang. Sambil makan siang, kita mengobrol, seperti biasa adat saya kalau ketemu teman lama, saya lebih banyak diam. Diam saya bukan karena bergaya berempati, tapi karena memang tidak ada yang bisa saya bicarakan, semuanya lenyap tertelan gemerlap suksesnya teman-teman saya sekarang. Kembali ke si Anton, sambil makan, dia bercerita tentang “perjalanan bisnis”-nya. Continue reading

Posted in Cerita | Tagged , | Leave a comment

Dongeng, Fabel, dan Hoax

Anak saya suka bercerita, dia juga suka mendengar cerita. Kalau giliran istri yang ditodong bercerita, istri saya yang Sholihah itu tidak pernah kehabisan bahan cerita dari kisah-kisah nabi dan rasul maupun sahabat yang dulu sering diceritakan oleh guru ngaji dan para kyai. Kalau giliran saya tiba, saya akan membongkar memori untuk menceritakan kisah kisah ala RA Kosasih, Dongeng Hans Cristian Andersen, Dongeng Perault, Fabel Aesop, dan cerita-cerita lain yang pernah saya baca atau dengar. Setiap mendengarnya bertanya dengan antusias dan kemudian menceritakan kembali kisah yang baru dia dengar itu ke orang lain, rasanya hati ini sejuk sekali 😀
Continue reading

Posted in Celoteh | Tagged | Leave a comment

Naga Menelan Matahari

image

Matahari dan Awan

Kepercayaan kuno mengatakan bahwa gerhana matahari terjadi karena ada naga yang menelan matahari. Kurang lebih ilustrasinya mungkin sama dengan foto di atas, anda bisa lihat moncong sang naga sudah “menelan” sang matahari. Pendapat seperti itu memang tidak salah, sama seperti tidak salahnya orang menebak-nebak bayangan apakah yang ada di bulan purnama. Ini semua sebenarnya cuma masalah sudut pandang. Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment

Tidak Selalu Sia-sia

image

Pinggir Jalan

Sambil nongkrong menunggu laki-laki yang akan membebaskan saya dari tepian jalan ini, teringat akan pengalaman dulu waktu juga sedang menunggu di pinggir jalan. Kalau Rika Akana menunggu Kanji Nagao yang tak kunjung datang di pinggir jalan sampai tengah malam karena dihadang Sekiguchi di apartemennya, saya malah menunggu sampai subuh dan senasib, yang ditunggu tidak kunjung datang.
Continue reading

Posted in Celoteh | Leave a comment

Belajar Adil dari Anak

image

Mainan Angry Bird

Beberapa waktu yang lalu beliin mainan seperti gambar di atas buat krucil. Begitu sampai di rumah dia langsung bekerja dengan penuh semangat untuk merakit potongan potongan Angry Bird yang ada. Karena petunjuk merakitnya mudah dipahami, tidak seruwet petunjuk pemakaian aplikasi yang tidak jelas kegunaannya, maka tidak sampai satu jam dia sudah tertawa puas melihat hasil kerjanya. Kemudian dia menunjukkan hasilnya ke saya dan mulai bertanya tanya, dari sini saya justru belajar dari dia.
Continue reading

Posted in Celoteh | Tagged , | Leave a comment

Menempatkan Mindset Pada Tempatnya

Mindset adalah istilah kerennya, ada yang menyebutnya pola pikir, tapi saya lebih suka menyebutnya SINA (Sistem, Nilai, dan Asumsi).  Dia adalah seperangkat alat sholat dibayar tunai jargon, nilai-nilai, satu set sikap jika begini harusnya begitu dan seterusnya. Namun untuk menghormati bahasa langit ala kekinian, biarlah kita tetap menyebutnya mindset, seterusnya akan saya tulis tidak cetak miring karena melelahkan :D. Mindset ini juga memiliki posisi, kalau ditempatkan di tempat yang salah justru akan mengacau permainan. Bayangkan apa yang terjadi kalau dalam permainan bola seorang bek ditaruh di posisi striker dan sebaliknya, itu hanya akan berhasil kalau main winning eleven memakai tim brazil saja (iya, anda, yang hobi pake Roberto Carlos jadi striker :p ).
Continue reading

Posted in Celoteh | Tagged | 2 Comments