Legend of Hercules, Cerita Lain

Sudah menonton Legend Of Hercules? Dari judulnya sudah kelihatan, ini film yang bercerita tentang tokoh mitologi Yunani yaitu Hercules alias Herakles, putra kebanggan Zeus. Saran saya sebelum anda menonton film ini sederhana, lupakan semua yang anda ketahui tentang mitologi yunani bagian Hercules, dan lupakan sosok Hercules dan Zeus ala Kevin Sorbo dan Anthony Quinn, film ini akan menghancurkannya berkeping keping sebagaimana Troy dan Clash of The Titan. Nah kalau itu sudah dilakukan, maka mari kita bahas film ini dengan tenang.

Film ini diawali oleh penaklukan Argos oleh Ampythrion, si tukang perang, adegan pertama ini akan meyakinkan anda untuk mengikuti peringatan saya diatas :p. Hobinya yang penuh darah ini ditentang Alcmene, istrinya. Akhirnya setelah berdoa kepada Hera, sang dewi menjawab dan memberitahunya kalau dia akan punya anak dari Zeus, God of Gods, bernama Hercules yang akan mengakhiri tirani suaminya. Alcmene kemudian melahirkan seorang anak laki-laki, yang sudah dicurigai Amphytrion sebagai anak orang lain, yang diberi nama Alcides. Karena persaingan merebut perempuan dengan Iphicles, kakaknya, akhirnya Alcides dikirim ke Mesir untuk dibunuh. Dan sebagaimana biasanya, dia akan selamat dan kembali untuk membalas dendam pada (orang yang dikira) Bapaknya sekaligus menggantikannya sebagai raja, “and they live happily ever after“.

Film ini dibintangi oleh orang-orang yang bagi non movieholic seperti saya adalah wajah yang tidak pernah saya kenal. Terus terang, saya sudah menyiapkan mental saya karena saya tahu bahwa tren pembuatan film “superhero” akhir akhir ini adalah reboot dan downgrade. Para pembuat film tampaknya lebih suka mengangkat sisi lain atau sisi manusia dari para superhero ini. Berbekal asumsi itulah saya membayangkan akan menonton film Hercules, seorang manusia biasa yang agak lebih kuat dari yang lain, dan tidak berlindung di balik ketiak bapaknya. Awalnya ekspektasi saya masih sesuai, sampai adegan Hercules menatap langit dan memanggil ayahnya (lihat sendiri, no spoiler :p). Alur cerita juga terasa lompat lompat dan terkesan sangat dipaksakan (tiba-tiba ketemu singa gak jelas darimana misalnya). Adegan bertarungnya terlalu banyak efek (terutama slow motion, atau freeze frame? Ah entahlah) daripada bertarungnya itu sendiri. Dan yang paling es we te gede gede adalah saat Hercules membantai satu pasukan dengan pedang petir, rasanya terlalu lebay, bahkan untuk seorang Hercules.

Meskipun menurut saya banyak kekurangan, tapi film ini cukup bagus sebagai film action oplosan drama. Setidaknya meskipun Hera dan Zeus tidak muncul sebagai karakter, peran mereka tetap nyata sehingga status Hercules sebagai anak Zeus tetap bisa dijaga :D. Adegan bertarung juga meskipun Troy banget, tapi lumayan seru. Tapi Hera kan? Hercules itu kan? Hebe itu kan? Eiiiittttt ingat, jangan bandingkan ini dengan mitologi yang sudah anda ketahui atau sosok Hercules lain 🙂 anggap saja ini film baru dengan tokoh bernama Hercules. Hehe selamat menikmati 🙂

Advertisements
This entry was posted in Review and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s