Macam-macam Sekolah

image

Anda pernah lihat ukiran di atas batu? Mulai dari batu nisan sampai batu plakat pendirian lokalisasi gedung? Kira-kira kalau tidak dirusak dengan sengaja, apakah ukiran tersebut bisa hilang? Mungkin saja bisa, tapi tidak dalam waktu singkat, kecuali batunya yang pecah. Kalaupun dia tidak dirawat dan tertutupi kotoran, membersihkannya juga mudah.
Intinya masih berkutat seputar memilih sekolah, wabil khususon sekolah untuk anak kecil. Ya saya tahu kecil ini tidak jelas, maksud saya adalah usia dibawah 15 tahun atau sebelum setara SMA. Masa-masa yang ibarat membangun rumah adalah mengurug dan membangun fondasi ini sangatlah penting. Kenapa penting? Lihat lagi gambar diatas. Ilmu yang didapat dan dibiasakan saat kecil akan jauh lebih melekat sampai besar nanti. Tidak percaya? Ya ndak papa, percaya itu sama Tuhan YME saja kok :p. Sebelum memilih, ada baiknya kita mengenal macam-macam “sekolah” yang ada.

Nah, beberapa alternatif menyekolahkan anak adalah:
—–begin
#Sekolah Formal
Sekolah jenis ini mengikuti pola pendidikan yang sudah diatur pemerintah dan memiliki izin tentunya, kalau tidak berarti itu bukan sekolah formal. Contohnya SD dan SMP.

Keuntungan sekolah di sekolah formal adalah kejelasan jenjang karir. Anak cukup belajar, lulus ujian, asal nilainya bagus dia langsung bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Komposisi siswa di sekolah formal ini juga cukup majemuk, meskipun kemajemukan ini terkadang juga bisa menjadi kelemahan. Pelajaran yang diberikan juga relatif sama antar sekolah karena konon ada standarnya. Khusus sekolah negeri, biayanya juga seharusnya terjangkau semenjak ada BOS (nasional) dan BOPDA (tergantung daerah).

Kelemahannya, kalau guru-gurunya tidak berinovasi, hanya fokus di penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, anak akan sangat mudah bosan. Bosan bisa memantik kreatifitas, tapi juga bisa memicu stres. Selain itu, mata pelajaran yang bukan mata pelajaran “utama” (baca menentukan kelulusan) biasanya tidak akan terlalu diperhatikan alias sekedar ada. Jadi kalau minat/bakat anak bukan di mata pelajaran utama, siap siap saja untuk bakal sering bosan bahkan tertinggal perkembangan akademiknya.

#Sekolah Formal +
Saudara kandung sekolah formal, mengikuti sistem yang sama, tetapi ada topik muatan lokal sekolah (atau pemilik sekolah) yang bobotnya ditambah, kadang-kadang ada metode belajar yang tidak umum yang dijadikan nilai jual mereka. Contoh paling mudah adalah Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah, Sekolah Alam, Sekolah Kristen, dan lain lain.

Kelebihannya kurang lebih sama dengan sekolah formal, tetapi ada kelebihan lain yaitu muatan muatan yang menjadi ciri khas sekolah. Metode belajar yang tidak konvensional (kalau ada) juga cenderung mengurangi kebosanan anak.

Kelemahannya? Selain sekolah negeri, sekolah macam ini umumnya berbiaya lebih tinggi dari sekolah formal biasa dikarenakan nilai Plusnya. Khusus untuk sekolah bermuatan agama, sebagian besar isinya tentu adalah pemeluk agama yang sama (meskipun kadang ada siswa beragama lain yang juga masuk), pada sisi tertentu, pergaulan dengan teman yang berbeda agama sebenarnya juga diperlukan.

#Sekolah Non Formal
Jangan terjebak dengan istilah, yang saya maksud sekolah non formal ini adalah lembaga apapun yang menyelenggarakan pendidikan/pengajaran di satu atau sejumlah bidang tertentu tapi tidak terdaftar sebagai lembaga yang boleh mengikuti ujian negara (sekarang sih namanya Ujian Nasional). Contohnya banyak, pondok pesantren (yang benar benar mondok, tidak digabung dengan sekolah), lembaga bimbingan belajar (iya, LBB), Sekolah Sepak Bola, dan lain lain.

Kelebihannya, sekolah model begini umumnya lebih fokus pada satu atau sejumlah pelajaran dibanding banyak pelajaran sekaligus. Metode pengajarannya juga umumnya tidak konvensional dan lebih ramah dan siswa oriented dimana pembelajaran dilakukan sesuai dengan karakter siswa dan tidak asal dipukul rata.

Kelemahannya, biasanya juga sekolah macam ini biayanya agak lebih tinggi sampai jauh lebih tinggi dari sekolah biasa meskipun ada juga sekolah model begini yang memang bertujuan sosial atau murah karena sudah ada sumber dana sendiri. Selain itu, sekolah model begini kalau ingin melanjutkan ke sekolah formal harus mengikuti ujian persamaan terlebih dahulu. Dan jangan lupa, karena umumnya pelajarannya fokus di satu atau beberapa bidang saja, maka untuk hal hal lain yang perlu dipelajari harus dipelajari sendiri diluar sekolah.

#Home Schooling
Seperti namanya, ini adalah sekolah di rumah. Gurunya adalah kedua atau salah satu orang tua. Pelajaran yang diberikan terserah orang tua, bisa mengarang sendiri atau mengikuti panduan atau Home Schooling lain. Selain itu juga ada yang caranya dilakukan dengan membawa anak ke kelompok atau komunitas sesama home schooler.

Kelebihan sekolah ini banyak, meskipun prakteknya sulit sekali. Yang pertama, hubungan orang tua dengan anak akan semakin erat karena waktu berinteraksi jauh lebih banyak dibanding anak yang bersekolah formal. Pengawasan dan metode belajar juga jauh lebih dinamis dan bisa disesuaikan dengan kondisi dan situasi. Orang tua juga bisa mengawasi dengan jelas apa saja yang dipelajari oleh anaknya, jadi tidak akan kaget kalau tiba tiba anaknya misuh :p. Dan biaya? Anda sendiri sebagai orang tua yang bisa mengatur berapa biaya yang akan dihabiskan untuk proses ini, mau mahal silahkan, murah silahkan :D.

Tentunya ada kelemahannya. Kelemahan HS yang pertama tentu saja adalah capek (tenaga), karena selain mengurusi rumah dan keperluan lain (bahkan sambil bekerja dari rumah misalnya), anda juga harus me”ngajar” anak, menyiapkan bahan dan merencanakan bahan ajar berikutnya. Kemudian sama seperti sekolah non formal, anak juga harus ikut ujian persamaan kalau ingin melanjutkan ke jenjang formal. Dan jangan lupa, HS ini merupakan salah satu metode yang saat ini mungkin masih aneh bagi sebagian besar orang, jadi jangan kaget apalagi marah melihat reaksi orang saat mengetahui anak anda mengikuti HS.

———end

Jadi? Selamat memilih :). Yang jelas, setiap pilihan ada resiko dan kewajiban yang akan menyertai setelahya. 😀

Advertisements
This entry was posted in Celoteh. Bookmark the permalink.

2 Responses to Macam-macam Sekolah

  1. Beraneka ragam sekolah yang ada di Indonesia terkadang membuat orang tua menjadi bingung, namun pada dasarnya, semua pendidikan ini baik, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak kita saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s