Warcraft (semoga bukan hanya) The Beginning

Menonton film yang diangkat dari novel, mitologi ataupun game biasanya harus siap kecewa. Setidaknya itu pengalaman beberapa kali menonton film semacam itu seperti Hercules, Clash of The Titan, dsb. Namun ada juga film sejenis yang sangat jauh dari mengecewakan seperti seri Lord of The Ring, dan Warcraft The Beginning ini juga merupakan salah satunya. Film ini akan menyajikan suguhan yang bisa dinikmati baik oleh mereka yang sudah kenal Anduin Lothar sejak tahun 1994 maupun mereka yang baru saja menontonnya karena terlanjur datang ke bioskop tapi kehabisan tiket film X-Men Apocalypse :D.

Warcraft bercerita tentang invasi bangsa Orc yang berasal dari dimensi lain ke dunia manusia. Dipimpin oleh Gul Dan, mereka datang melalui sebuah gerbang (Dark Portal) dan muncul di kerajaan Azeroth yang dipimpin raja Llane. Namun film ini bukan hanya menyajikan perang antara manusia dan orc saja. Bagi mereka yang bukan penggemar Warcraft, film ini akan menyajikan sebuah tayangan menarik ala seri Lord of The Ring atau Narnia. Bukan melulu fokus pada pertempuran, tapi juga diselingi dengan drama, cinta, dan penghianatan. Perkembangan karakter karakter di dalamnya juga cukup menarik untuk diikuti.

Bagian paling menariknya, tentu saja bagi para penggemar Warcraft. Film ini mengambil timeline sesuai dengan game Warcraft yang pertama tahun 1994 silam (tapi tidak sampai dengan runtuhnya Stormwind). Tahu sendiri di masa itu teknologi game masih belum memungkinkan untuk menyajikan cerita secara visual sehingga momen momen menarik seperti kematian Medivh dan raja Llane hanya bisa dinikmati lewat teks. Bahkan sampai Warcraft II Tides of Darkness dan expansionnya Beyond The Dark Portal, hanya sedikit sekali visualisasi yang ditampilkan.

Namun tidak di film ini, di sini akhirnya Saya bisa melihat sendiri bagaimana visualisasi dari Lothar, Medivh, Garona, Durotan, Orgrim Doomhammer, dan bahkan the arch wizard Khadgar. Khusus tokoh terakhir ini, meskipun tidak ada di game pertama, tapi sudah muncul di film ini meskipun masih cupu dan clumsy. Menurut saya, upaya para kru film dan sutradara untuk memvisualkan para karakter ini patut diacungi jempol, terutama untuk tokoh idola saya, Khadgar :D.

Akhir kata, membuat film memang terbatas waktu, mau tidak mau akan ada plot yang harus dikorbankan atau disesuaikan. Akan ada sejumlah detil cerita ini yang tentunya akan menimbulkan pertanyaan bagi para penggemar karena kurang cocok dengan kisah yang selama ini diketahui (kematian Llane dan Blackhand misalnya). Kemudian, kalau dibaca-baca, dalam film ini ada peran Grom Hellscream, tapi entah kenapa saya melewatkan (atau memang tidak ada?) adegan yang melibatkan dia. Namun secara umum, Saya sangat berharap semoga serial ini akan berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini. Saya yakin akan banyak yang tidak sabar menanti kemunculan Turalyon, Deathwing, Arthas, Illidan, Jaina, dan sederetan lainnya :D.

Advertisements
This entry was posted in Review and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s