Memilih Ponsel

Membeli ponsel, ini adalah aktivitas 5 tahun sekali yang berbeda-beda rentang waktunya bagi setiap orang. Ada yang membeli setiap ada model baru keluar, ada yang membeli setiap tahun, ada yang membeli kalau yang lama sudah rusak, dan lain-lain. Tapi bukan itu yang mau saya tulis disini, saya cuma ingin menuliskan beberapa hal yang menjadi pertimbangan orang-orang di sekitar saya kalau mau membeli ponsel. Tentunya ini adalah hasil pengamatan yang sama sekali tidak ilmiah dan tidak memenuhi kaidah kaidah statistika, jadi tidak perlu ditanyakan berapa error margin-nya.

1. Harga vs Spesifikasi
Pertimbangan pertama jelas, kebanyakan tentunya melihat harga dan spesifikasinya dulu, biar kata bagusnya selangit kedelapan, kalau harganya kemahalan juga gak bakal beli :D. Tapi ada juga sebagian teman yang mungkin uangnya tidak ada nomor serinya yang bisa cuek-cuek saja gonta-ganti ponsel dengan harga pertamax eh premium πŸ˜€

2. Merk
Kalau sudah ketemu ponsel yang harganya cocok, biasanya dilihat yang merknya lebih familiar di telinga, makin tidak lokal biasanya dianggap makin bagus.

3. Layanan Purna Jual
Alias kualitas service center. Meskipun beli ponsel memang tidak direncanakan untuk dirusak, tapi shit happens, dan kita akan terpaksa berurusan dengan service center. Seperti salah satu teman saya, henponnya selalu pake yang merk buah hitam atau merek negeri ginseng. Katanya kualitas service center-nya paling bagus dan cepat.

4. Ketersediaan Aksesori
Ini pertimbangan yang cukup banyak juga, ketersediaan aksesori seperti screen guard, casing, sampai pernik pernik lain ternyata juga penting dalam menentukan pilihan. Bahkan orang terdekat saya sangat ingin membeli satu merk ponsel tertentu hanya karena banyak tersedia casing dengan motif gambar yang lucu-lucu.

Nah, yang bikin saya heran, dari semua alasan hasil survey ngawur itu, cukup jarang yang mempertimbangkan fungsi utama dan kualitas ponsel itu sendiri . Mungkin saya memang salah pergaulan, saya yakin banyak orang yang dalam membeli ponsel tentunya akan mempertimbangkan fungsi utama ponsel tersebut dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi saya juga yakin banyak yang memilih ponsel karena hal-hal yang bukan fungsi utama, karena memang prioritas mereka berbeda.

Ada yang tidak mau membeli merk tertentu karena tidak suka dengan sosok CEO atau CIO perusahaannya (dan sebaliknya), ada yang tidak mau membeli merk tertentu karena tidak suka dengan tim marketing perusahaan tersebut (dan sebaliknya), dan akan ada banyak alasan lagi yang sudah tidak berhubungan secara langsung dengan ponsel tersebut sebagai alat berkomunikasi. Apakah ini hal yang salah? bagaimana dengan anda sendiri? Yang jelas, jawaban paling sering saya terima kalau iseng tanya begini adalah “duit duit sendiri, gak minta kamu, ngapain kamu yang repot” πŸ˜€

N.B ini tulisan tentang ponsel, tentang cara memilih ponsel πŸ˜€

Advertisements
This entry was posted in Gadget. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s