Jangan Banyak Berjanji, Jangan Banyak Berharap

Memperingati hari kesaktian pancasila dibarengi dengan hari ditutupnya pemerintahan Amerika, maka saatnya meracau kembali. Saya bukan ahli ekonomi, apalagi ekonomi makro, saya hanya korban kebanyakan baca berita dan sosmed. Dari berita yang saya baca, tentu dengan detil dikesampingkan, intinya guteh Sam (AS) kehabisan uang. Hehe kejadian ini benar benar mengingatkan pada salah satu episode album Donal Bebek yang bercerita seputar SBYBD.

SBYBD adalah Surat Berharga Yang Bisa Dipercaya. Suatu mekanisme yang dilakukan pemerintah Kota Bebek untuk menarik uang dari masyarakat yang dijanjikan dengan sangat indah ala Donal Bebek untuk membangun Kota. Mulus pada awalnya, bus kota diganti, telepon umum diganti, taman dibangun, dan lain lain. Tapi segera berubah jadi bencana ketika fasilitas umum tersebut mulai dirusak, Bank ikut menaikkan bunga karena bersaing dengan SBYBD, kontraktor menaikkan harga karena bunga bank naik, dan dipungkasi dengan Paman Gober yang mau mencairkan SBYBDnya (yang tentu saja uang kontannya tidak ada di kas kota).

Singkat cerita, Kota Bebek rusuh, balai kota diserbu, dan solusi dari Paman Gober lah yang menyelesaikan semuanya. Kota Bebek akan dibagi pada penduduknya sesuai besaran SBYBDnya. Akhirnya setiap penduduk bertanggung jawab masing-masing terhadap fasilitas umum yang dimilikinya, mereka merawat dan ada sebagian seperti Paman Gober yang mengambil keuntungan.

Cerita ini hanya komik, bacaan anak anak, dan berkhayal. Tapi menurut saya ada hikmah besar yang harus dipetik dari sini. Bahwa aset negara tidak bisa hanya dijaga oleh negara saja, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik. Yang remeh saja, tong sampah, bayangkan betapa banyak uang terbuang bila setiap minggu tong sampah harus diganti karena rusak? Apalagi fasilitas yang lebih mahal seperti kursi bus kota, pagar halte, dll.

Lalu petugas negara yang katanya pemalas, tukang pungli, dan makan gaji buta itu keenakan dong? Ya, saya sebagai salah satu antek pemerintah tidak akan membela membabi buta dan mengatakan itu semua tidak ada. Saya hanya bisa bilang bahwa yang tidak seperti itu juga ada, dan mereka lah yang butuh bantuan anda. Belum lagi di tengah tuntutan masyarakat yang berat seperti menggratiskan sekolah, kesehatan, dan menggaji pemgemis sepuluh juta per bulan, ya jangan berharap kita bisa lepas dari hutang. Jangan berharap kita bisa membangun jalan jalan baru kalau anggaran yang ada sebagian besar tersedot untuk memperbaiki jalan lama. Tidak percaya? Silahkan lihat APBD kota atau kabupaten anda, silahkan hitung sendiri berapa yang dihabiskan hanya untuk pemeliharaan dan perbaikan :D.

Saya tidak ingin mengusulkan untuk membagi kepemilikan fasilitas umum, ada buuuuuaaaaaanyaaaaak sekali regulasi yang harus ditabrak untuk mewujudkan itu. Tapi tolong lah, setidaknya jangan berpartisipasi untuk merusak fasilitas umum. Jangan buang sampah sembarangan hanya karena anda merasa sudah ada petugas penyapu jalan yang dibayar untuk itu. Tanpa sampah anda, setiap harinya sudah cukup banyak kotoran yang harus disapu dari jalan.

Dan kenapa pembahasan ini lingkupnya sempit sekali? Karena saya hanya bisa membayangkan sesempit dan sesederhana ini, I’m not the big picture kind of guy 😀

Dan oh iya, tulisan ini tentunya mengesampingkan masalah masalah seperti korupsi, kolusi, dan Nepotisme :p

Dan N.B lagi, saya sendiri juga tentunya sangat tidak luput dari kesalahan, jadi silahkan mengingatkan kalau saya kedapatan melakukan hal yang sama 😀

Advertisements
This entry was posted in Celoteh. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s