Peran Lagu Dalam Pendidikan

Penampilan Paduan Suara Siswa Sekolah Rakyat

Hampir semua organisasi, khususnya organisasi yang resmi dan berbadan hukum memiliki theme song, kita biasa menyebutnya mars, hymne, atau istilah lain you name it lah. Pemilihan lagu ini, khususnya liriknya, umumnya akan menggambarkan secara sekilas bahkan sampai utuh tentang nilai-nilai, profil, dan/atau tujuan organisasi tersebut.Terkadang, seberapa serius mengerjakan sebuah lagu ini akan bisa menentukan market penetration alias nilai kediterimaan organisasi tersebut di masyarakat. Lagu yang tepat juga bisa meningkatkan pemahaman dan loyalitas anggota organisasi yang bukan termasuk founder, jajaran pengurus, atau orang yang memang mendalami.

Akuilah, bukan satu dua kali kan kita secara sadar maupun tidak bersenandung dengan lagu sebuah organisasi yang tidak kita ikuti, bahkan tidak pernah ada anggotanya yang kita kenal. Inilah efek penetrasi pasar yang terjadi akibat pemilihan lagu yang tepat, meski kadang yang hafal bisa karena bagus atau untuk bahan ejekan 😜.Organisasi yang punya lagu tidak terbatas pada organisasi dewasa, lembaga pendidikan seperti sekolah di berbagai tingkatan juga biasanya punya lagu yang ditekankan dan diajarkan secara konsisten.

Sekolah Rakyat bukan perkecualian, ada 4 lagu yang secara konsisten selalu ditampilkan dan dibawakan dengan bagus oleh mereka. Lagu pertama adalah “Ibu” ciptaan Rara Tarmizi yang dipopulerkan Haddad Alwi. Berikutnya a+dalah lagu ciptaan band Karnamereka yaitu “Ayah Ibu”. Yang ke-tiga adalah sholawat NKRI yang sempat dipopulerkan Charlie Van Houten. Yang terakhir, dan favorit saya adalah “Di Bawah Tiang Bendera” hasil kolaborasi Iwan Fals dan Franky Sahilatua.

Dua lagu pertama seolah terus memaksa para siswa mengukir motto Sekolah Rakyat “sayangi orangtua, hormati guru” dalam darah mereka. Apapun kondisi orangtua, sayang dan berbakti tetap kewajiban. Bahkan di lagu Ayah Ibu, mereka juga didorong untuk ingat pada keluarga dari mana mereka berasal saat mereka nanti sukses.Lagu ke-tiga sangat jelas, mendorong jiwa patriot dan nasionalisme. Terus mengingat negara tempat mereka lahir dan tinggal, menjaga persatuan dan kesatuan, mengusir disintegrasi dan intoleransi. Lagu terakhir, yang singkat padat jelas, menancapkan jiwa persaudaraan, kita semua bersaudara di bawah tiang bendera Indonesia.

Nilai-nilai dari empat lagu tersebut menurut saya sangat cocok untuk dibenamkan pada anak usia sekolah. Nilai-nilai dasar yang seharusnya akan mereka bawa sampai tua itu nanti yang akan berperan saat mereka sudah memegang kendali di berbagai bidang kelak. Inilah investasi masa depan yang perlu dilakukan sebelum terlambat.Kenapa lewat lagu, bukan dari materi pelajaran? Materi pelajaran tentunya tetap dibutuhkan, tapi berapa lama waktu yang ada untuk diulang secara konsisten? Dengan membiasakan lagu yang dinyanyikan di setiap kesempatan, saat upacara, saat apel, dst akan membantu menancapkan materi pelajaran itu ke bawah sadar mereka.

Saya yakin, sekolah-sekolah dan organisasi lain juga punya lagu-lagu wajib yang mereka doktrinkan. Dan selama semangat itu memang untuk sebuah keluhuran budi dan cita-cita, kita perlu mendorong dan mendukung. Dan bagi yang belum memilikinya, tidak ada salahnya untuk mulai mencari atau membuat. “Metal is like flesh. Both carry potential in their veins. When tempered with heat and pressure, the potential surface”,-Coaxmetal, Planescape: Torment-

This entry was posted in Celoteh, sehari-hari and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a comment