
Gara-gara mendengar negara tetangga kurangi hari kerja untuk menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM), suara dan aspirasi untuk Work From Anywhere (WFA) ikut tumbuh. Banyak yang bilang WFA jauh lebih menyenangkan, namun benarkah begitu? Bagi yang sudah tuntas dengan Work From Office (WFO), mungkin tidak akan terlalu kesulitan menyesuaikan diri beralih ke WFA. Namun bagi mereka yang bekerja di kantor saja masih belum beres, jangan heran kalau WFA malah bikin performa terjun bebas. Kalau bekerja harus selalu diawasi, harus terus disemangati, harus dibimbing dengan target-target jangka ekstra pendek, dan menghabiskan waktu 1 jam untuk melaporkan hal yang bisa dilaporkan dalam 10 menit, sebaiknya fokus perbaiki kualitas kerja dulu saja.
1. WFA Bukan Libur
Jutaan orang awalnya tidak menyadari, mengira dengan WFA bisa bekerja sambil bersantai-santai. Ingatlah bahwa WFA itu adalah work yang dilakukan from anywhere. Sebelum minta WFA, pastikan dulu kita memang bisa fokus bekerja dari anywhere.
2. Komunikasi Adalah Koentji
Bekerja tentunya butuh berkomunikasi terutama soal pekerjaan. Dengan memilih WFA sebagai jalan ninja, tentu kualitas berkomunikasi kita harus lebih prima. Mudah untuk dihubungi dan cepat tanggap untuk merespon rekan kerja adalah salah satu modal utama untuk lancar WFA.
3. Support System
Di kantor (hampir) semua alat bekerja tersedia. Orang sekitar vibes-nya bekerja, dan ada bos yang mengintai setiap saat buat memberi atau menagih kerjaan. WFA sebaliknya, alat kerja harus modal sendiri kecuali difasilitasi, bekerjanya juga minim dipelototi sama bos.
4. Pemahaman Pekerjaan
Memang, WFA bukan berhenti berkomunikasi, tapi tetap saja tidak bisa intens dan nyaman seperti kalau ketemu langsung. Kalau kita sulit menterjemahkan tugas ke dalam rincian to do list, kalau dalam bekerja harus dikit-dikit nanya, mending pikir-pikir dulu deh sebelum
WFA.WFA memang alternatif yang baik untuk efisiensi. Jika dieksekusi dengan benar bahkan bisa meningkatkan performa. Hal yang wajar karena WFA menuntut spesifikasi dan kualitas yang sudah paripurna saat WFO plus beberapa kebutuhan tambahan lain.Jadi, sudah siapkah kita WFA?