Menyegarkan Kembali Pemahaman Internet Kita

Saya tidak akan bicara hal teknis seperti sejarah internet, apa itu internet, atau bagaimana cara terhubung ke internet. Saya hanya ingin menyegarkan kembali pemahaman islam internet kita. Internet, atau lebih dikenal sebagai dunia maya, adalah dunia lain yang bisa kita masuki (istilah kerennya diselancari) tanpa mengenal batas usia, wilayah, kelamin, agama, golongan dll. Karena itu ada baiknya kalau kita bisa memperhatikan hal hal berikut.

1. Anonimitas
Ya, di dunia maya kita bisa menyembunyikan identitas, bahkan membuat identitas baru. Laki laki mengaku perempuan, anak-anak berlagak tua, berselancar dari warnet mengaku dari rumah dengan koneksi dedicated 20mbps, dan lain lain. Memang tidak ada yang melarang, khususnya di Indonesia sampai saat ini, anonimitas adalah “daya keren” tersendiri dengan jargon “tidak penting siapa orangnya, yang penting apa yang ditulis/dikatakannya”, makin orang tidak tahu siapa kita, rasanya makin keren dan makin nyaman. Betapa banyak tokoh anonim yang menjadi selebriti di dunia maya, sebagian dari mereka tidak sepenuhnya anonim, mereka menggunakan nama samaran yang memang sudah diketahui orang banyak, seperti Mark Twain si penulis Tom Sawyer yang identitas aslinya juga diketahui banyak orang.

Dunia maya memang berbeda dengan dunia nyata, jadi selama anda bisa menjaga untuk tidak menyinggung pihak pihak lain, silahkan beranonim ria. Tapi bila anda beranonim ria hanya untuk memprovokasi, cabulisme, mengkritik membabi buta, memaksakan doktrin tertentu, melampiaskan stres di dunia nyata dengan memaki maki sembarangan, atau bahkan sengaja menyulut flame war, maka anda hanyalah seorang pengecut. Perlu anda ingat bahwa sepandai pandai tupai melompat, sepandai pandai anda bersembunyi, suatu saat identitas anda akan ketahuan.

2. Bahasa
Khususnya bila anda bergabung dalam suatu ruang publik atau forum di dunia maya. Hormati dan gunakanlah bahasa yang telah disepakati atau bahasa induk dari wadah/forum/komunitas tersebut. Jangan membuat asumsi dari tulisan orang lain berdasarkan bahasa setempat anda, dan sebaliknya jangan umbar bahasa setempat anda sembarangan karena orang lain mungkin tidak mengerti, salah salah malah bisa salah paham.

Saya punya contoh, pernah suatu ketika ada teman saya yang bukan orang surabaya, tiba tiba dia menggunakan sebuah kosakata yang dalam bahasa surabaya artinya bisa menyulut perkelahian, padahal di daerahnya artinya berbeda. Untungnya dia mengucapkan kata kata itu dalam forum antar teman saja, bayangkan bila ada orang lain yang tidak kenal dan tidak tahu kalau dia bukan anak Surabaya. Oleh karena itu, bila anda bergabung dalam forum berbahasa Indonesia, gunakan bahasa Indonesia, sebaliknya dalam mencerna atau mengartikan tulisan orang lain seyogyanya pula kita gunakan bahasa Indonesia. Begitupun dalam forum berbahasa Inggris, Jawa, Bali, Madura, Perancis, dan lain lain, gunakan bahasa yang sesuai.

3. Tulisan
Sebagian besar komunikasi di dunia maya menggunakan tulisan. Walaupun saat ini video chat dan voice chat sudah mulai menapaki tangga popularitas, namun tulisan sejauh ini masih menjadi sarana utama (ini kesimpulan sependek pengamatan, bukan hasil survey apalagi quick count :p ).

Tulisan bisa menguraikan yang tak terkatakan, pun dia bisa mengatakan yang tidak ingin dikatakan. Karena dalam tulisan kita tidak bisa menyertakan mimik maupun intonasi, maka tata bahasa menjadi penting. Hal yang sering dianggap remeh adalah penggunaan Huruf Besar, tanda seru, dan warna merah. Mungkin mereka yang hobi menggunakan tiga hal tersebut maksudnya hanya ingin diperhatikan, tapi bagi sebagian besar orang, penggunaan huruf besar, tanda seru, dan warna merah bisa diartikan sebagai teriakan, bentakan, bahkan ancaman.

Selain itu gaya tulisan juga perlu diperhatikan, jangan menulis di ruang publik dengan gaya yang hanya bisa dipahami orang tertentu. Hal ini bisa menyinggung perasaan mereka yang tidak mengerti. Yang dimaksud gaya bukanlah makna tersirat, melainkan makna tersurat. Misalnya, tidak banyak orang yang tahu kalau “ber217an”, “katax”, dan “bol3hl4h” itu artinya “berdua satu tujuan”, “katanya”, dan “bolehlah”.

4. Topik
Last but not least, topik atau tema atau arti makna dari tulisan anda harus diperhatikan. Jangan menulis topik yang hanya bisa memicu pertikaian tanpa maksud apapun, khususnya SARA, di ruang publik atau komunitas yang tidak sesuai dengan topik anda, saya kira tidak perlu diberi contoh. Kemudian akan muncul pertanyaan, kalau begitu tidak boleh mengkritik dong? Ya tentunya harus dibedakan topik yang hanya bisa memicu pertikaian dengan sebuah kritik.

Sebuah kritik, sepahit apapun, tetap tidak boleh mengandung unsur fitnah, tuduhan terang terangan (kecuali ada bukti), apalagi sekedar maki makian tanpa arah. Anda bisa gunakan cara yang lebih cerdas, dengan sindiran, kiasan, atau mungkin foto yang bisa mewakili maksud anda. Ingat, sekarang sudah ada UU ITE, anda tentunya tidak mau masuk penjara hanya gara gara tulisan pelampiasan stres kan?

Kalau anda menulis di komunitas anda sendiri, ya terserah, itu urusan anda, sama seperti ketika anda mengatakan bahwa agama anda itu agama yang paling benar ketika ceramah di rumah ibadah anda (yang tidak pake loudspeaker), bukan waktu talk show di radio :p. Justru ketika tulisan anda di komunitas yang terbatas kemudian dibaca oleh orang yang tidak berwenang dan kemudian disalahgunakan, anda bisa menuntut balik orang tersebut karena pelanggaran privasi.

Sebenarnya masih ada banyak sih hal lain yang perlu diperhatikan, tapi saya kira sementara secara umum cukup sampai sini saja dulu. Semoga kita bisa lebih bijak dalam berinternet.

Tulisan ini juga bisa dibaca di bamboeroentjing.com

Advertisements
This entry was posted in Celoteh, sehari-hari. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s