What I fear is doing nothing and losing everything
Lunafreya Nox Fleuret
“Oyaji san, kata Oka san aku harus pilih-pilih siapa yang akan menjadi teman dekatku, bukannya kita harus mau berteman dengan siapa saja?”, tanya si Jedi pada ayahnya. “Memangnya teman-teman dekatmu sekarang siapa saja kok Oka san bilang begitu?” “Ya si Jeki dan Jeqi”, jawabnya. Dua nama yang disebutkan itu memang anak-anak yang terkenal biang onar di kelasnya (karena konon sekarang banyak yang sensitif kalau menggunakan stempel nakal pada anak), bahkan guru mereka menjuluki mereka bertiga sebagai “Trio J” troublemaker di kelasnya. “Kalau teman-temanmu yang terkenal pintar siapa aja?” “Ada si Beri, Beki, dan Beqi”, sahut Jedi. “Dan Oka san pasti bilang kamu sebaiknya berteman dekat dengan mereka?” Jedi pun mengangguk.
“Kenapa aku gak boleh berteman dekat sama Jeki dan Jeqi? Mereka juga pintar, pernah ulangan matematika si Jeki dapat 100, si Beri, Beki, dan Beqi aja gak ada yang dapat 100”, kata Jedi. “Ya, Oyaji tidak meragukan testimonimu, Oyaji percaya kok kalau mereka juga pintar, sebaliknya Oyaji juga percaya kalau si Beri, Beki, dan Beqi itu juga suka berbuat onar.” “Kalau menurutmu kenapa Jeki dan Jeqi terkenal sebagai pembuat onar, sementara mereka bertiga terkenal sebagai anak pintar?”, Tanya Oyaji sambil tertawa. Jedi hanya menggelengkan kepalanya. “Ya sederhana, karena kepintaran si Jeki dan Jeqi tertutup dengan perilaku onarnya, sementara Beri, Beki, dan Beqi perilaku onarnya tertutup oleh kepintarannya.” “Berarti itu semua cuma masalah sisi mana yang lebih sering ditunjukkan?”, cetus Jedi. “Tepat sekali”, tukas Oyaji san. “Sisi mana yang lebih sering kamu tampilkan, itulah yang akan membentuk penilaian orang terhadapmu, Oyaji tidak mengatakan mana yang benar atau mana yang salah, dicap sebagai pembuat onar terkadang juga ada keuntungannya tersendiri, tapi kamu juga harus siap menanggung risikonya, apalagi di tengah masyarakat kita yang memang penuh prasangka dan suka menghakimi”, tukas Oyaji. “Oka san juga mungkin melihat teman-temanmu seperti itu, makanya dia menasehatimu untuk memperbaiki pilihan temanmu, tapi itu semua tetap terserah kamu, karena kamu yang bergaul dengan mereka setiap hari, kamu juga yang tahu masing-masing kelebihan dan kekurangan mereka.”
“Oyaji jadi penasaran, kamu sendiri ingin menyodorkan citra dirimu seperti apa? Ini akan berkaitan erat dengan pilihanmu untuk kuliah di jurusan apa nantinya.” “Aku pingin jadi penyelidik.” “Ya, penyelidik juga banyak, mau penyelidik keuangan? Forensik digital? Forensik medis? Masing-masing akan butuh skillset yang berbeda dan jurusan pendidikan yang berbeda, kalau kamu mau fokus di forensik digital misalnya, ya kamu sebaiknya berkuliah di jurusan IT saja.” “Oyaji san dulu kenapa kok memilih kuliah di jurusan IT?” Oyaji mengambil nafas panjang, lalu tertawa sambil menjawab, “Ya… dulu sih harus diakui kalau motif Oyaji mengambil kuliah di jurusan IT itu semuanya tidak ada yang benar.”
“Memangnya apa dulu motifnya?”, Jedi bertanya penasaran. “Apa ya, dulu Oyaji ingin kuliah di sana karena ingin bisa main game multiplayer dengan banyak orang, sebab dulu masih belum ada warnet multiplayer seperti sekarang. Oyaji juga ambil jurusan itu karena dijanjikan oleh Oji san akan dibelikan seperangkat PC jika Oyaji lulus ujiannya. Dan motivasi terakhir Oyaji karena ingin balas dendam ke guru sekolah Oyaji yang nyumpahin Oyaji tidak akan lulus ujian masuk ke Perguruan Tinggi Negeri,” jelasnya panjang lebar. “Masa ada guru yang kaya gitu Oyaji san? Bukannya guru harusnya mendoakan murid-muridnya supaya sukses?” “Ya, guru juga manusia Nak, ada guru yang memang tulus, ada yang biasa-biasa saja, dan ada juga yang brengsek.” “Yang brengsek yang kaya apa Oyaji san?” “Ya itu contohnya, yang mengumbar doa jelek dan sumpah serapah ke muridnya hanya karena muridnya suka membantah dan tidak mau diatur sesuai keinginannya, atau yang karena ketidakmampuannya mendidik akhirnya cuma fokus ke hal hal yang tidak substansial seperti menyuruh siswanya beli seragam baru hanya karena seragam siswanya sudah lusuh, macam uang tinggal petik di pohon saja.” “Oh, kalau yang begitu guruku juga ada”, sahut Jedi.
“Tapi Oyaji san sekarang menyesal atau tidak mengambil keputusan kuliah karena alasan-alasan yang tidak benar seperti itu?” “Ya tentu tidak, keputusan yang sudah diambil kan ya harus diterima risikonya, toh akhirnya Oyaji juga mendapatkan kesimpulan-kesimpulan dan hikmah lain selama menyelesaikannya.” “Kesimpulan apa?” “Ya itu nanti tugasmu kalau kamu sudah menjalaninya, kamu harus menemukan hikmah dan kesimpulanmu sendiri, yang penting ingat tadi saja, apa yang sebenarnya kamu inginkan? Dan kamu ingin dikenal dunia sebagai apa, atau tepatnya orang yang ahli di bidang apa?” “Jadi aku tidak masalah kan kalau tetap berteman dekat sama Jeki dan Jeqi?” “Ya terserah kamu, kalau kamu merasa pertemananmu dengan mereka itu baik untukmu, bukan hanya karena mereka selalu jadi pembenar untuk setiap kemauanmu, ya silahkan saja. Kalau kamu punya cukup banyak energi untuk berteman, tidak ada salahnya juga mencoba dekat dengan Beri, Beki, dan Beqi, nanti kan kamu bakal tahu sendiri kalau sifat asli orang itu macam-macam, dan motivasi orang memilih teman itu juga macam-macam.”